2017, Wajo Kembali Bangun PAMSIMAS

Penguatan BP – SPAMS PAMSIMAS di Aula Kantor Dinas PMD Wajo

Wajo, MC – Bertempat di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Kabupaten Wajo, Selasa (21 Maret 2017) diselenggarakan kegiatan Penguatan BP – SPAMS PAMSIMAS Program PAMSIMAS I dan II Kabupaten Wajo Tahun 2017.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas PMD, Baso Maulana.

Salah satu agenda yang dibahas adalah menggali kendala yang dihadapi Assosiasi PAMSIMAS yang sekarang ini tersebar pada 86 desa/kelurahan se kabupaten Wajo dalam pelaksanaan program.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Wajo, Ahmadi mengungkap PAMSIMAS diawali sejak tahun 2008. Program itu berlanjut hingga 2019 mendatang secara bertahap dari ; PAMSIMAS I per 2008 – 2012, PAMSIMAS II per 2013 – 2015 dan PAMSIMAS III per 2016 – 2019.

Untuk tahun 2017 ini, kata Dia, kembali akan dilaksanakan pembangunan unit PAMSIMAS pada 6 desa dan 1 kelurahan yang anggarannya bersumber dari DIPA APBN sebanyak 4 desa, APBD sharing kegiatan 2 desa, dan 1 kelurahan hasil replika 10 desa penyandang PAMSIMAS.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit, Awaluddin Sibe mengungkap ketersediaan air bersih di kabupaten Wajo sudah menjangkau 70 persen penduduk melalui PAMSIMAS. Sisa kualitas air yang harus dijaga dengan mengefektifkan fungsi BP-SPAMS PAMSIMAS.

“Untuk itu kami harap kepada pengurus PAMSIMAS agar secara rutin melakukan uji lab, hal itu dilakukan agar kualitas bahan baku air bersih yang terdistribusi kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik”, ujar Awal.

Terpisah, Kepala Dinas PMD, Syamsul Bahri mengungkap apresiasi atas kerjasama 4 OPD terkait bersama para fasilitator dan Assosiasi PAMSIMAS yang senantiasa proaktif melakukan pendampingan.

Ia menilai petemuan digelar untuk menjadi bahan evaluasi terhadap perkembangan dan jalannya seluruh proyek PAMSIMAS yang terlaksana di kabupaten Wajo, baik secara fisik maupun keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan PAMSIMAS itu sendiri.

“Keterlibatan masyarakat adalah penting karena merekalah yang akan menikmati manfaat dari program tersebut”, ujar Bahri. (SIPD/K)