Monthly Archives: Agustus 2017

Luar Biasa…Produksi Padi di Wajo Tembus 9 Ton/Hektare

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat mengikuti panen raya padi di kecamatan Belawa. Kesempatan itu, ia didampingi oleh Ketua DPRD Wajo bersama Forum Kominda, serta para Kepala OPD Kabupaten Wajo (Foto : MC)

Wajo, MC – Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru mengungkap apresiasi atas keberhasilan petani mengangkat produksi pertanian 7 hingga 9 ton per-hektar pada musim tanam tahun 2017 ini.

Menurutnya capaian produksi tersebut luar biasa.

“Itu karena petaninya, varietasnya, pengolahan tanahnya, pemakaian pupuk sempurna dan secara khusus keterlibatan Sygenta (nama perusahaan, red)”, ujar Bupati saat beri sambutan dalam acara panen raya padi bersama petani pelopor asal kabupaten Wajo, Sidrap dan Soppeng, kecamatan Belawa, Rabu, 30 Agustus 2017.

Ia menjelaskan, kabupaten Wajo dengan potensi lahan seluas 99 ribu hektar mampu berproduksi hingga 788 ribu ton pada tahun 2016 lalu.

Pencapaian itu diperoleh atas dukungan program yang dilaksanakan pemerintah berupa ; bantuan handtraktor bersubsidi sebanyak 6 ribu unit, pembangunan jaringan irigasi desa (jirdes), pencetakan embung-embung, pemanfaatan pompa air permukaan dan air dalam, pembangunan jalan usaha tani (JUT), serta berbagai dukungan lainnya.

Khusus untuk handtraktor bersubsidi, dimaksudkan untuk mempercepat pengolahan lahan, khususnya pada sawah tadah hujan yang relatif singkat.

“Kebutuhan pangan sekitar 50 ribu ton dengan jumlah penduduk sebanyak 435 ribu jiwa, sehingga ada kelebihan sekitar 700 ribu ton. Jika dibandingkan, maka produksi padi di kabupaten Wajo alami surplus”, ulas Bupati.

Lebih lanjut penyandang penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara selaku Kepala Daerah Pembina Pangan Nasional tahun 2016 ini mengungkap optimisme untuk mengangkat pendapatan rata-rata masyarakat Rp 50 juta perorang pada 2019 mendatang.

Optimisme itu setelah sebelumnya berhasil mencapai target Rp 37 juta perkapita pada tahun 2016 lalu, atau lebih tinggi dibanding gerak ekonomi nasional sekitar 9,26 persen. Salah satu sektor pendukungnya adalah pada bidang pertanian.

“Masyarakat Wajo menggantungkan hidup pada sektor pertanian, baik itu petani sawah, petani perkebunan, petani nelayan, petani tambak dan lainnya sebagainya. Untuk mencapai target Rp 50 juta perkapita pemerintah mendorong beberapa program yang bisa mendongkrak hasil pertanian seperti ; pembangunan bendung paselloreng yang ditarget mengairi sawah seluas 10 ribu hektar, pengerukan danau tempe yang kemudian airnya diangkat naik kepuncak gunung dengan metode pemanfaatan gravitasi bumi, serta beberapa program lainnya yang mendukung penuh sektor pertanian”, papar Bupati.

Sementara itu, Direktur Sygenta mengungkap program kemitraan melalui program tekhnologi Armure sygenta yang dikembangkan di kabupaten Wajo mampu mendorong hasil produksi pertanian, 7 hingga 9 ton perhektar permusim tanam.

Jika dihitung, real panen 8 ton/hektar x Rp 4000,- (harga bulog), maka akan menghasillan Rp 32 juta/hektar/musim tanam dengan biaya produksi Rp 5 hingga 7 juta/hektare.

“Biaya produksi itu sudah full tekhnologi, oleh itu, apa yang dilakukan oleh petani pelopor (petani binaan sygenta, red) bisa menjadi contoh bagi petani lainnya di Wajo”, ajak Sygenta. (MC)

Dinas PMD Gelar Workshop Pengelolaan BUMDES

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, H Firdaus Perkesi saat membuka kegiatan Workshop Pengelolaan BUMDES di Hotel Sermani Sengkang, Jumat, 18 Agustus 2017 Wajo, MC – Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi permasalahan pokok yang harus dihadapi pemerintah dalam upaya memaksimalkan … read more

Sang Saka Merah Putih Diturunkan Dengan Khidmat

Penurunan Bendera, Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Foto : MC) Wajo, MC – Upacara penurunan bendera, Sang Saka Merah Putih di Lapangan Merdeka Sengkang, rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 72 di Kabupaten Wajo, Kamis, 17 Agustus … read more