Daily Archives: 9 Agustus 2017

Lumpur Pitumpanua Sisakan Kerusakan Fatal Bagi Warga

Ketgam : Sedih, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru kelihatan sedih melihat kondisi kerusakan yang diakibatkan oleh terjadinya banjir lumpur di Pitumpanua. (Gambar direkam dititik lokasi aliran banjir : Hms)

Wajo, MC – Banjir lumpur yang menghantam beberapa desa dan kelurahan di kecamatan Pitumpanua kabupaten Wajo, Senin, 7 Agustus 2017 lalu mengakibatkan kerusakan dan kerugian material yang cukup fatal.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Wajo, banjir yang terjadi mengakibatkan 300 hektare lahan persawahan siap panen rusak total, 179 rumah warga terendam lumpur, 1 unit jembatan rusak, 2 unit sekolah terpapar lumpur dan beberapa rumah ibadah ikut terendam. Selain itu, banjir yang terjadi juga mengakibatkan 5 unit rumah warga rusak berat, 3 rusak sedang, dan 50 rusak ringan.

Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Alamsyah HN mengungkap, banjir yang disertai lumpur tersebut dikeranakan oleh terjadinya longsor pada dua gunung di Desa Dengeng-Dengeng Kabupaten Sidrap setelah dihantam hujan deras selama dua hari berturut-turut.

Ketgam : Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru menyusuri permukiman warga yang tergenang lumpur di Pitumpanua (Foto : Hms)

Ia menambahkan bahwa, sejauh ini pemerintah daerah tengah melakukan upaya tanggap darurat, mengevakuasi korban, mendirikan posko di rumah jabatan Camat Pitumpanua, melakukan pembersihan lumpur, sterilisasi jembatan bulete, dan mendistribusikan bantuan logistic.

“Logistic yang didistribusikan berupa ; air mineral, makanan siap saji, tikar , 10 ton beras dan sembako lainnya”, terang Alamsyah.

Sementara itu, sehari pasca terjadinya banjir (Rabu, 9 Agustus 2017), Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama Kepala OPD terkait, TNI dan pemerintah setempat turun secara langsung di lokasi kejadian. Dengan mengenakan sepatu boot, orang nomor satu di Wajo ini berjalan kaki menyusuri jalan, areal persawan, dan permukiman warga yang saat ini masih tergenang lumpur.

Kepada warga, Bupati berharap untuk tetap berhati-hati dan bersabar menghadapi bencana tersebut. Menurutnya, musibah yang terjadi adalah cobaan dari Sang Pencipta, dan selaku pemerintah, tentu tidak akan tinggal diam membantu warga, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana. (Tim/MC)

Ketgam : Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru bersama Kepala OPD, TNI dan Pemerintah setempat saat pemantauan (Foto : Hms)

Berikut Laporan Kejadian Banjir Lumpur di Kabupaten Wajo :

Lokasi Bencana : Kabupaten Wajo
Kecamatan : Pitumpanua
Desa/Kel : Kel. Siwa, Bulete, Tobarakka, Desa Jauh Pandang, Lompoloang, Abbanderangnge dan Tonronge
Tanggal : 7 Agustus 2017
Waktu : 06.00 Wita

Kronologi Kejadian : Hujan deras selama 2 hari mengakibatkan longsor di 2 gunung di Desa Dengedenge Kabupaten Sidrap. Material longsor berupa banjir lumpur hingga di Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. Banjir lumpur terjadi selama 4 jam dan berangsur-angsur surut.

Dampak kejadian :

– Banjir lumpur merendam 300 hektare sawah siap panen.
– 1 Unit Jembatan Bulete poros Trans Sulawesi rusak mengakibatkan kemacetan hingga 2 km
– 179 rumah warga terendam banjir lumpur.
– 2 Sekolah terkena dampak lumpur
– Rumah Ibadah

1. Rumah Rusak Ringan = Kurang lebih 50 Rumah
2. Rumah Rusak Sedang = 3 Rumah
3. Rumah Rusak Berat = 5 Rumah

Data pengungungsi sementara berjumlah 2 KK 5 jiwa :

1. Muh. Awaluddin (33 tahun), Rosmiati (38 tahun), Amelia Regina Putri (4 tahun), Askia Asila Ramadani (3 bulan)
2. Suhera (40 tahun)

Upaya yang dilakukan :

1. Evakuasi warga
2. Mendirikan posko banjir lumpur di Rujab Camat Pitumpanua
3. Pembersihan lumpur di lokasi terutama di Desa Lompoloang
4. Pembersihan di bawah Jembatan untuk normalisasi Trans Sulawesi
5. Pembagian logistic air mineral + makanan siap saji + tikar serta bantuan 10 ton beras + sembako lainnya

Petugas yang terlibat :

– TRC BPBD Kab Wajo
– Pusdalops BPBD Kab Wajo
– Pemadam Kebakaran Kab Wajo
– Polres Kab Wajo, dan
– Pemerintah Setempat

Situasi akhir dilokasi :

Arus jalan poros Trans Sulawesi sudah berangsur normal dengan Sistem Buka – Tutup Jalur dibantu dengan aparat kepolisian dan warga setempat.

Sumber Data :Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan