22 Bakal Calon Kepala Desa di Wajo Dinyatakan “Gugur” Pencalonan

“Dari Tahap Penetapan Bakal Calon Menjadi Calon Kepala Desa di Kabupaten Wajo” 

Suasana pengambilan hasil seleksi dan uji kompentensi bakal calon kepala desa oleh para PPKD di Sekretariat PPK Kantor BPMPDK Wajo

Wajo, MC – Sebanyak 22 orang dari 345 orang bakal calon kepala desa yang sebelumnya mendaftarkan diri dan mengikuti beberapa tahapan dalam proses pencalonan kepala desa di Kabupaten Wajo dinyatakan gugur dan tidak memenuhi syarat dan persyaratan untuk maju dan mencalonkan diri sebagai calon kepala desa.

Jumlah tersebut terbagi atas 15 orang bakal calon dinyatakan kalah bersaing dalam proses seleksi dan uji kompetensi dan 7 orang diantaranya mengundurkan diri sebagai bakal calon kepala desa.

Dengan demikian, jumlah bakal calon yang memenuhi syarat administrasi dan berhasil mendapat rangking terbaik dalam proses seleksi dan uji kompetensi sebanyak 323 orang bakal calon.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa nama berikut hasil ujian tertulis dan wawancara yang diikuti oleh para bakal calon kepala desa tersebut telah dikeluarkan hari ini (Minggu, 19/4).

Besok (Senin, 20/4), sambung Ancu (sappan karib Syamsul Bahri) adalah hari dimana masing-masing Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) dari 108 desa 13 kecamatan di Kabupaten Wajo secara serentak menggelar rapat pleno penetapan dan mengumumkan nama-nama bakal calon menjadi calon kepala desa.

“Nama berikut rekomendasi Bupati Wajo terkait berita acara hasil seleksi dan uji kompetensi bakal calon kepala desa telah diserahkan kepada masing-masing PPKD untuk ditindak lanjuti melalui rapat pleno penetapan calon kepala desa,” ungkap Ancu sapaan Syamsul Bahri kepada MEDIA CELEBES, Minggu, 19/4.

Ditambahkan, nama berikut hasil seleksi dan uji kompetensi tersebut diserahkan kepada masing-masing PPKD dalam amplop tertutup. Khusus untuk 45 bakal calon dari enam desa yang lebih dari lima orang pendaftarnya juga telah diberikan kepada masing-masing PPKD untuk diumumkan kepada masyarakatnya.

Mantan Camat Bola ini mengaku, penentuan rangking bagi para bakal calon dari enam desa ini dilakukan secara objektif, transparant dan diambil dari akumulasi nilai ujian tertulis dan wawancara yang dilaksanakan sebelumnya.

“PPK dalam hal ini hanya melakukan perangkingan berdasarkan perolehan nilai ujian tertulis dan wawancara. Adapun penetapannya dikembalikan kepada masing-masing PPKD sebagai pemegang kewenangan penuh dalam proses penetapan bakal calon menjadi calon kepala desa,” terang Ancu. (adv)

Penulis : Nur Asri