Akademisi Saran Bentuk Tim Independen Kawal Seleksi Bakal Calon Kepala Desa

Wajo, MC – Rencana Pemerintah Kabupaten Wajo untuk melaksanakan uji kompetensi kepada para bakal calon Kepala Desa yang akan maju dalam pemilihan kepala desa bulan April mendatang mendapat komentar dari kalangan akademisi.

Mereka menilai, rencana tersebut boleh dilaksanakan sepanjang diatur dan dibenarkan dalam aturan perundang-undangan.

Seperti yang diungkap oleh A Bau Mallarangeng, salah seorang Akademisi Hukum di Kabupaten Wajo. Menurutnya, jika seleksi dan uji kompetensi sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda), maka itu harus dilakukan, sepanjang pelaksanaan seleksi itu jelas dan terukur.

“Jangan sampai seleksi itu nantinya menimbulkan ketidak pastian,” ujar Bau Mallarangeng menanggapi rencana Pemkab Wajo untuk melaksanakan seleksi dan uji kompetensi kepada para bakal calon kepala desa, baru-baru ini.

Ditambahkan, bahwa seharusnya pemerintah dalam hal ini membentuk tim independen. Terlebih, Bupati Wajo (A Burhanuddin Unru) dan Wakil Bupati Wajo (A Syahrir Kube Dauda) akan ikut menguji para bakal calon.

Ditakutkan nantinya muncul kesan pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi dalam Pilkades ini bernuansa politis.

“Dan seharusnya, kedua pejabat ini tidak ikut menguji untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan, cukup Sekretaris Daerah (Sekda) yang ditunjuk sebagai ketua tim penguji,” saran Mallarangeng.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa untuk mencapai maksud dan tujuan pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi, pemerintah akan melakukan ujian tertulis dan wawancara (tidak tertulis) kepada para bakal calon.

“Namun, yang menjadi pertanyaan disini, apakah hasil ujian tersebut bisa terukur?, makanya saya sarankan agar Pemkab membentuk tim independen untuk mengawal pelaksanaan seleksi ini,” terang Mallarangeng.

Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri untuk kesekian kalinya mempertegas pelaksanaan seleksi dan uji kompetensi tersebut.

Melalui via ponselnya, Senin, 9/3 kemarin, Syamsul mengungkap bahwa seleksi dan uji kompetensi kepada para bakal calon akan dilakukan oleh Bupati, Wakil Bupati dan Sekda bersama lembaga terkait dan kalangan akademisi sebagai penguji.

“Satu persatu bakal calon akan diuji Bupati, Wabup dan Sekda”, terang Ancu sapaan Syamsul Bahri.

Penulis : Nur Asri