Aliri Sawah Kering, Air Danau Tempe Akan Disedot

“Disadur dari sambutan Bupati Wajo pada Kegiatan Safari Ramadhan”

Wajo, MC – Air sungai Walana-e akan di-sedot dan diangkat untuk mengairi areal persawahan di Kecamatan Bola dan sekitar-nya. Untuk menyedot air sungai bentangan hulu Danau Tempe – Teluk Bone tersebut, pemerintah akan membangun mekanik sistem pengairan pompanisasi.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Wajo telah mendesain rencana pembangunan mekanik sistem pompanisasi berikut sistem distribusi air dengan menggunakan jaringan pipa.

Sedia-nya, program itu akan dilaksanakan tahun 2015 mendatang oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Mineral (PSDAM) Kabupaten Wajo.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengutarakan, areal persawahan di Kecamatan Bola dan sekitar-nya masih didominasi dengan areal sawah tadah hujan. Untuk bercocok tanam padi, petani hanya bisa melakukan sekali setahun.

Untuk itu, mekanik sistem pompanisasi akan dibangun dengan harapan bisa mengantisipasi sumber air persawahan di-kecamatan perbatasan antara Kabupaten Wajo dengan Bone itu.

“Kita akan bangunkan sistem penyedotan air di-kecamatan ini. Air sungai Walanae disedot dan diangkat kemudian di-salurkan melalui jaringan irigasi manual dan pemipaan. Kita estimasikan, lahan yang akan terairi di Kecamatan Bola dan sekitar-nya capai 4000hektare,” terang Bupati disela acara Safari Ramadhan selama dua hari ini di Kecamatan Bola dan Takkalalla.

Mekanik sistem pompanisasi yang akan dibangun ini, lanjut Bupati, juga akan dilaksanakan di Bulu Cefo (nama bukit) Kecamatan Tanasitolo. Mekanik sistem pompanisasi dibangun dipuncak bukit dengan sumber air yang sama yakni air Danau Tempe.

“Kita gagas program pompanisasi ini untuk mengantisipasi ketersediaan air persawahan tadah hujan. Beberapa kecamatan di Wajo masih mengandalkan air hujan untuk bercocok tanam sehingga petani hanya bisa mengolah sawah sekali setahun. Untuk itu, pemerintah mencarikan cara agar air Danau Tempe bisa terdistribusi dan mengairi lahan persawahan di Kecamatan-kecamatan yang sulit mendapat sumber air persawahan,” jelas Bupati. (aci)