Bahas Kebakaran, PLN Mangkir Dari Rapat

Wajo, MC – Pembahasan tentang kebakaran yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Wajo, Senin, 11/8 kemarin, tak dihadiri oleh pihak PLN.

Padahal, sejak awal, pemerintah melalui Wakil Bupati Wajo A Syahrir Kube Dauda mewacanakan untuk menghadirkan perusahaan dan lembaga yang berkaitan dengan kebakaran dalam pertemuan.

Pertemuan yang dilaksanakan, hanya dihadiri pihak BUMD PT Wajo Energy Jaya (WEJ), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, Wartawan dan Instansi pemerintah terkait lain-nya.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wajo A Sederhana yang memimpin pertemuan itu menilai seharus-nya pihak perusahaan ini (PLN) hadir kesempatan itu, terlebih, belakangan ini setiap kali terjadi kebakaran, informasi yang mencuat disebabkan karena hubungan arus pendek listrik.

Menurut-nya, berbicara masalah listrik, maka PLN-lah yang berkompeten. Sederhana mengungkap, perlu-nya PLN hadir karena sering terdengar dalam kurung waktu tertentu, kabel-kabel instalasi rumah harus diperbaharui.

“Jangan sampai informasi kebakaran yang terjadi disebabkan karena adanya kabel instalasi di rumah warga kurang layak lagi untuk digunakan, hal ini tentu perlu mendapat perhatian dari perusahaan terkait,” terang Sederhana.

Lain hal-nya dengan masalah jaringan gas yang sebelum-nya juga di-isukan jadi pemicu kebakaran. Dalam pertemuan pihak pengelola Pihak BUMD PT WEJ mentahkan isu tersebut.

Melalui Koordinator Lapangan (Korlap) Jargas, Andy Febrianto menjelaskan, secara teori, aliran gas yang terdistribusi melalui jaringan pipa kerumah warga tidak berpotensi menjadi penyebab kebakaran. Asumsi-nya, kadar gas yang dialirkan sangat ringan.

“Bahkan dalam kondisi terjadi kebocoran sekalipun, gas yang mengalir kerumah warga ini tidak bisa memicu kebakaran. Terkecuali bila ada penyebab lain,” kunci Febrianto.

Ditambahkan, soal kebocoran yang terjadi dibeberapa titik metering regulator system (sambungan pipa tanam) di Sengkang, Febrianto akui bahwa itu sebuah kesalahan yang mendapat perhatian namun tidak berdampak fatal sampai menyulut kebakaran.

“Kami akui memang ada kebocoran, kebocoran itu butuh alat/aksesoris khusus. Kami sudah lama pesan, namun, sampai saat ini belum dikirim dari pihak Pertagas,” terang Febri. (aci)