Banggar DPR Semprot Rizal Ramli

Jakarta, MC – Anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi NasDem bersitegang dengan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli dan Menko Polhukam Luhut Panjaitan dalam rapat dengar pendapat di DPR, Selasa (12/10).

Berawal dari paparan yang di sampaikan oleh Rizal Ramli terkait program kerja di kementeriannya di depan rapat Badan Anggaran. Paparan tersebut disampaikannya hampir satu jam lamanya. Lamanya paparan inilah yang oleh Hatari dinilai terlalu muluk-muluk.

“Menarik apa yang di paparkan Menko Rizal Ramli. Menko berhasil menghipnotis badan anggaran sore hari ini, luar biasa, mudah-mudahan bukan sesuatu yang ambisius dari seorang Rizal Ramli,” kata Hatari memulai pembicaraannya.

Legislator dari dapil Maluku Utara ini justru mempertanyakan program-program yang diajukan oleh kementerian Rizal. Bahkan dengan nada menyindir, mantan pejabat Bappeda Papua ini menanyakan apakah program-program ini bukan hanya ilusi seorang Rizal Ramli.

“Maaf pak Rizal, saya kebetulan juga anggota Komisi XI, dengan waktu yang tersisa dari ruang fiskal 2015, terhitung dari hari ini tinggal 60 hari. Sudah dapat dipastikan kurang dari target,” sindir Hatari seperti dalam rilis yang diterima MEDIA CELEBES.

Hatari mempertanyakan soal serapan anggaran yang mampu dilakukan kementerian dibawah Rizal Ramli. Karena dalam paparannya Rizal tidak menyampaikan hal tersebut. “Apakah Rizal Ramli punya data tentang itu?” gugatnya.

Walaupun Hatari menyampaikan dukungannya terhadap program program yang dibuat Kemenko Maritim dan Sumber Daya namun dia juga menekankan pentingnya program yang realistis. Menurutnya, jika dihitung dari sisa waktu anggaran yang hanya 60 hari, kecil kemungkinannya untuk melakukan ekspansi fiskal.

“Di Papua, sudah lama polisi dengan pakaian dinas jadi guru dengan sekolah hanya papan dan tidak ada dinding. Di Halmahera, seorang ibu yang sudah melahirkan bayi meninggal dalam kandungan karena tidak ada dokter. Rakyat lapar Pak Rizal, rakyat tidak butuh statemen, jadi jangan yang muluk-muluk,” tegasnya.

Dia menyarankan Rizal Ramli lebih banyak membuat pertimbangan realistis dalam membuat program kerja. Karena menurutnya, dengan perhitungan yang realistis kinerja kementerian bisa lebih terukur. Dan masyarakat akan lebih menikmati hasil kerja terukur tersebut.

Hatari juga menilai apa yang sering dilakukan oleh Rizal dengan berbagai statemennya, mencerminkan kelemahan struktural didalam kabinet kerja. Hal ini dinilai malah menimbulkan sentimen pasar yang sangat tidak positif, pelambatan ekonomi, serta mengakibatkan daya serap yang kacau.

“Rizal Ramli ini terlalu pintar, sehingga sampai memasuki wilayah Menko yang lain. Saya minta maaf, hal ini saya sampaikan dalam forum ini dengan fungsi pengawasan dan fungsi budgeting saya,” tuturnya.

Selain mengkritik Rizal Ramli, Hatari juga sempat menyampaikan kritik kerasnya kepada kinerja Luhut Pandjaitan, Menko Polhukham. Karena menurutnya Menkopolhukham belum bisa bekerja secara terencana dengan menggunakan lembaga yang ada dibawah koordinasinya. Apalagi dalam hal perencanaan terhadap perubahan situasi yang begitu cepat terjadi dilapangan.

“Kita ini setelah ada orang mati di lapangan baru ramai. Sebelum itu tidak pernah terdengar,” gugatnya. (Sumber : DPR-RI)