Banjir di Wajo, 7 Kecamatan Mulai Tergenang

Wajo, MC – Hujan yang terus mengguyur beberapa daerah di Sulawesi Selatan mulai membawa genangan air.

Di Kabupaten Wajo, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sudah ada sekitar (tujuh) kecamatan yang terkena dampak genangan dengan ketinggian air.

Dari tujuh kecamatan tersebut, 25 desa dan kelurahan dipastikan mengalami genangan dengan ketinggian 1,2 – 1,5 meter.

Kepala BPBD Wajo, Alamsyah HN dalam sebuah rapat di Ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Wajo, Kamis, 12/6, menjelaskan, kondisi tersebut dikategorikan sebagai kondisi tanggap darurat. Dimana, masyarakat yang terkena dampak banjir sudah perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kondisi tersebut berdasarkan pantauan kami di beberapa kecamatan berikut laporan dari para Camat,” ungkap Alamsyah.

Alamsyah menambahkan, akibat dari banjir tersebut, sekitar 5ribu hektare lebih lahan persawahan tergenang air dan sekitar 13ribu lebih rumah terkena dampak genangan air.

“Akibat lain dari banjir ini juga mengakibatkan jalan poros Bone dan Wajo putus, tanggul di kecamatan Belawa mulai bablas dan beberapa sarana umum lain-nya rusak akibat aliran air sungai,” pungkas Alamsyah.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, banjir di Kabupaten Wajo hampir setiap tahun dialami masyarakat. Sebagai pemerintah, tentu harus bersikap tanggap, terlebih kondisi banjir sudah tergolong darurat.

Oleh itu, Bupati instruksikan SKPD terkait untuk segera membentuk tim yang diketuai langsung oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) A Maddukkelleng Oddang.

Bupati kesempatan itu bahkan menginstruksikan agar menyiapkan dana untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir.

“Kita siapkan dana untuk itu, karena kondisi tersebut sudah tergolong darurat, maka, kita harus bersikap tanggap, keluarkan anggaran untuk membantu masyarakat kita, dengan catatan harus satu pintu dan dilengkapi dengan bukti-bukti penggunaan dana,” ujar Bupati. (aci)