Baso Oddang : “Saya Akan Melapor Pencemaran Nama Baik”

Wajo, MC – Disebut beda pilihan dalam Pemilu Presiden, Salah seorang anggota DPRD Wajo di-isukan melakukan pemukulan. Isu tersebut beredar luas di-beberapa postingan status black berry.

Salah seorang warga yang diminta keterangan (AM) mengungkap insiden tersebut terjadi di-daerah peneki Kecamatan Takkalalla, menurut-nya, kasus tersebut terjadi karena soal pilihan dalam Pilpres ini.

Hal itu-pun dibantah oleh Baso Oddang, saat diwawancarai dia mengungkap bahwa isu tentang pemukulan itu tidak benar, yang ada hanya memberikan saran terkait penempatan TPS (Tempat Pemungutan Suara) Pilpres.

Menurut-nya informasi yang beredar itu hanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang ingin merusak dan mencemarkan nama-nya. Dan kalaupun pemukulan terjadi, kata Oddang, kenapa tidak langsung melaporkan saja hal itu kepihak kepolisian.

“Negara ini kan negara hukum, jadi kalau ada yang merasa teraniaya kenapa tidak melapor saja. Begitupula sebalik-nya, saya bisa saja melaporkan kejadian ini kepihak yang berwenang karena saat ini, saya merasa nama baik saya dicemar-kan,” terang Baso Oddang.

Kronologis sebenar-nya, kata Oddang, adalah saya selaku anggota DPRD Wajo tentu boleh memberi saran kepada masyarakat dan panitia penyelenggara pemilu untuk penempatan TPS.

Karena kebetulan yang bersangkutan adalah tim relawan dan rumah-nya pernah ditempati menjadi posko salah satu pasangan calon, tentu hal itu akan mengurangi netralitas penyelenggara dalam melaksanakan pilihan.

“Saya hanya menghimbau agar TPS tidak ditempatkan dirumah salah satu relawan atau posko salah satu pasangan calon, hanya itu saja. Namun, kenapa justru himbauan saya ini dipelintir berlebihan. Sebenar-nya, untuk tetap menjaga netralitas pemilu, kurang benar bila rumah pendukung salah satu pasangan calon ditempati menjadi TPS,” terang Baso Oddang. (aci)