Begini Cara Bupati Wajo Angkat Pendapatan Petani

Pencanganan Gerakan Tanam Cabe dan Bawang (Gerta Babe) oleh Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru (Foto : Kha/MC)

Wajo, MC – Berbagai macam cara dilakukan pemerintah daerah kabupaten Wajo untuk meningkatkan pendapatan petani.

Selain aktif menggerakkan produktifitas lahan melalui program pencetakan sawah, embung-embung dan pembentukan jaringan irigasi, pemerintah juga aktif melestarikan kegiatan tudung sipulung (musyawarah tani) secara rutin dan berkesinambungan.

Seperti dilaksanakan pada Sabtu (16 Maret 2017), Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru membuka acara tudang sipulung musim tanam april – september 2017 di Desa Talotenreng kecamatan Sabbangparu. Kegiatan itu dirangkaikan dengan pencanangan gerakan tanam cabe dan bawang (gerta babe) tingkat kabupaten Wajo.

Hadir dalam acara diantaranya ; perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, BMKG Sulsel, Wakil Ketua DPRD bersama Forum Kominda Wajo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Wajo dan beberapa tamu undangan lainnya.

Disela acara Bupati mengungkap, kegiatan musyawarah tani menjadi acuan bagi petani untuk menentukan pola tanam. Dengan musyawarah itu pula diharap kepada seluruh kelompok tani untuk taat dan menghindari pantangan pola tanam yang telah disepakati.

Di Wajo, kata Bupati, dari 99.720 hektare luas lahan persawahan, terdapat sawah berpengairan tekhnis seluas 29.602 hektare dan sawah tadah hujan seluas 70.118 hektare.

“Nah, sawah tadah hujan inilah yang harus dimusyawarahkan melalui tudang sipulung, pola tanam seperti apa yang tepat untuk kita terapkan pada musim tanam kali ini”, ujar Bupati.

Lanjut Bupati penyandang penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2016 ini menerangkan, bahwa untuk mendukung produktifitas lahan, khususnya lahan tadah hujan, pemerintah daerah telah memprogramkan handtraktor bersubisidi sebanyak 3.166 unit, dan menggerakkan pembangunan infrastruktur lainnya seperti ; pembangunan embung-embung, ketersediaan pompa air, perintisan jalan usaha tani dan pembentukan jaringan irigasi.

“Program ini dimaksudkan untuk mendukung percepatan pengolahan lahan, utamanya lahan tadah hujan, sehingga curah hujan yang relatif singkat dapat dimanfaatkan dengan baik”, terang Bupati.

Pencanangan Gerakan Tanam Cabe dan Bawang (Gerta Babe)

Terkait dengan gerakan tanam cabe dan bawang, Bupati dua periode ini membeberkan bahwa pemerintah daerah kabupaten Wajo tahun 2017 ini melibatkan seluruh elemen untuk menyukseskan program nasional tersebut, seperti ; pelibatan anak sekolah, guru dan pegawai, kepala desa bersama perangkat desa, dan masyarakat secara umum.

“Siswa, guru dan pegawai di Wajo berjumlah 77.316 orang, jika elemen ini melakukan penanaman sebanyak 2 polibag perorang, maka keseluruhan 154.632 polibag. Untuk anak sekolah sumber dananya bisa melalui Dana BOS, yakni melalui praktek muatan lokal (mulok)”, kata Bupati.

Begitupun dengan 142 desa di Wajo, masing-masing melakukan penanaman cabe minimal 25 ha/desa yang penganggarannya bersumber dari Dana Desa, jika dijumlah target penanaman cabe untuk desa seluas 3.550 hektare.

“Sedangkan untuk warga diminta untuk melakukan penanaman melalui pemanfaatan pekarangan rumah dengan estimasi penanaman sebanyak 10.175.500 pohon atau setara dengan 337 hektare dari 101.755 jiwa”, tutur Bupati. (SIPD)