Bentuk Karakter Generasi Muda, Camat Tempe ; “Wah, Ada yang Berani Jadi Presiden”

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B berdialog dengan siswa sekolah dasar, target utamanya adalah memotivasi dan membentuk karakter anak – anak dari yang tidak bisa menjadi bisa. (Foto : Humas Kecamatan Tempe)

Wajo, MC – Pemerintah kecamatan Tempe tak hentinya melakukan gebrakan, selain aktif dan berkesinambungan menggerakkan program kebersihan bertajuk “Tempe De’namarota” di kawasan kota Sengkang dan sekitarnya, juga digagas program pembinaan dan pembentukan karakter bagi generasi muda.

Tekhnisnya, pemerintah kecamatan melalui 16 kelurahan mengajak dan bekerjasama dengan pihak sekolah menggelar kegiatan pembinaan dan pembentukan karakter yang digelar di sekolah – sekolah.

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B menuturkan, kegiatan itu digagas pemerintah kecamatan dengan harapan terbentuk generasi muda yang berkarakter tangguh, tidak mudah menyerah, beretika, hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, rajin beribadah, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME.

Ia menilai perkembangan jaman dan kecanggihan tekhnologi sekarang ini secara tidak langsung menggerus kepribadian dan karakter anak kearah yang tidak benar, tercetak generasi yang lemah, manja, tidak mengenal rasa hormat, dan mudah terseret ke hal-hal negative seperti ; terlibat narkoba, nge-lem, menenggak minuman keras, balap liar dan lain sebagainya.

“Jadi jangan heran ketika banyak dijumpai anak muda yang bertingkah aneh dan berani berbuat tidak benar, itu disebabkan oleh arus perkembangan jaman yang didalamnya menawarkan berbagai kemudahan sehingga membuat generasi muda kita melenceng dan berani berbuat salah”, papar Camat kepada MEDIACELEBES, Selasa (28 Februari 2017).

Kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut, sambungnya, karena tak sedikit anak memiliki kemampuan intelejensi, bahkan jika diulas kembali dan dibandingkan dengan generasi sebelumnya, anak sekarang lebih mapan.

“Hanya saja, kemampuan intelenjensi itu tidak berbanding lurus dengan kemampuan emosionalnya, anak sekarang lebih mudah menyerap, akan tetapi juga mudah terpropoganda, ujung-ujungnya jika dibiarkan, maka akan terbentuk generasi muda yang tidak jelas arah dan tujuannya”, ujar Camat.

Banyak faktor yang mengakibatkan sehingga hal itu terjadi, namun yang paling pokok adalah bagaimana agar dilakukan pendekatan melalui asupan pemahaman dan berusaha membentuk karakter mereka, memotivasi melalui paparan dan memberikan pandangan secara positif.

“Kita selipkan kalimat yang bisa mensugesti anak-anak untuk bisa mencapai cita-cita. Ini penting agar anak – anak kita tidak bingung ketika diperhadapkan dengan pertanyaan apakah sebenarnya tujuan hidupnya”, terang Camat.

Lanjut, Camat Penrang 2012 – 2016 ini menceritakan bahwa banyak anak yang dijumpainya dalam kegiatan bercita – cita jadi dokter, polisi, profesor, camat dan bupati, bahkan diantaranya ada yang berani mengungkap keinginannya tuk jadi seorang presiden.

“Itu membuktikan bahwa anak yang notabene masih tergolong muda ini memiliki keinginan lebih, punya cita-cita, namun apakah bisa mereka raih kelak?, itu pertanyaannya. Celah ini yang kemudian kita manfaatkan untuk menyuntikkan kalimat motivasi, memberikan solusi dan mengarahkan anak-anak agar tertanam keyakinan bahwa dirinya mampu meraih cita-cita”, jelas Camat.

“Ada tiga hal yang kami coba tanamkan dalam kegiatan tersebut, diantaranya ; memotivasi anak untuk terus berusaha dan pantang menyerah, patuh kepada orang tua dan guru, rajin beribadah dan berdoa kepada Sang Pencipta agar cita-citanya bisa terwujud”, terang Camat. (SIPD)