Berikut Hasil Dialog Bupati Wajo, Kepala SKPD dan Masyarakat dalam Safari Ramadhan di Kecamatan Bola

Wajo, MC – Dialog dalam Safari Ramadhan pertama yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo di Kelurahan Solo – Kecamatan Bola, Senin, 1/7 kemarin mengangkat beberapa permasalahan kaitan-nya dengan pelaksanaan program pemerintah.

Seperti misal-kan, harga gabah yang cenderung tidak normal setelah panen, soal subsidi dan distribusi pupuk, optimalisasi lahan dan pencetakan sawah serta perbaikan infrastruktur jalan.

Soal Harga Gabah

Menanggapi masalah harga gabah pasca panen, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengurai bahwa, soal harga gabah itu dikembalikan kepada pemerintah pusat.

Pemerintah daerah, jelas Bupati, hanya sebatas membantu masyarakat agar pemasaran produksi pertanian bisa berjalan lancar. Namun, soal harga, itu adalah kewenangan pemerintah pusat. Burhanuddin paparkan, harga gabah seperti hasil penetapan akhir sebesar Rp3500perkilogram.

“Soal harga gabah, itu kewenangan pusat. Untuk masalah ini, Saya (Bupati, red) sebenar-nya pernah serukan ditingkat pusat agar harga gabah dinaik-kan, waktu itu dalam sebuah pertemuan dengan Wakil Presiden, hanya saja kita tidak bisa mengubah ketetapan harga karena merupakan kewenangan pusat,” ungkap Bupati.

Untuk menjaga keseimbangan harga gabah, lanjut Bupati, pemerintah daerah saat ini tengah menyusun format. Rencana-nya, pemerintah daerah yang akan membeli langsung gabah petani untuk selanjut-nya di-proses dan dijual kepada Bulog.

“Kita ingin aktifkan kembali RPC (Rice Processing Centre) Ana’banua Kecamatan Maniangpajo. Saat ini, kami tengah mengusul anggaran untuk pelaksanaan program itu, dan semoga DPRD Wajo bisa menyetujui,” ungkap Burhanuddin.

Kadis Pertanian dan Peternakan Wajo, IB Putu Artana membenarkan bahwa soal harga gabah itu kewenangan pemerintah pusat.

Pemda, jelas Putu, cukup membantu agar pemasaran hasil pertanian masyarakat bisa berjalan lancar. Namun, soal harga dikembalikan pada ketetapan yang ada.

“Kita tidak bisa menyetel harga karena itu kewenangan pemerintah pusat. Cukup pemerintah daerah membantu masyarakat agar hasil pertanian masyarakat bisa terpasarkan dengan lancar,” ulang Putu.

Soal Optimalisasi Lahan Cetak Sawah

Menanggapi masalah optimalisasi lahan pasca pencetakan sawah seperti yang diungkap oleh salah seorang masyarakat dalam dialog di Kecamatan Bola, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengurai.

Mantan Camat Takkalalla ini menjelaskan bahwa pemerintah pada sektor pertanian memang menyiapkan anggaran untuk optimalisasi lahan.

“Optimalisasi lahan memang dipersiapkan untuk melakukan normalisasi lahan pertanian warga setelah dilakukan pencetakan. Adapun harapan warga terkait luas petak, itu dikembalikan kepada tekhnis pertanian,” ujar Bupati.

Kadis Pertanian dan Peternakan Wajo, IB Putu Artana mengungkap soal luas petak sawah pasca pencetakan yang dianggap terlalu sempit itu bisa saja di-optimalkan melalui program optimalisasi lahan tersebut.

Soal Distribusi, Kelangkaan dan Subsidi Pupuk

Menyikapi masalah distribusi, kelangkaan dan subisidi pupuk seperti yang dihadapi masyarakat petani saat ini, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru juga mengungkap keluhan-nya.

Burhanuddin membeberkan bahwa beberapa hari yang lalu dirinya sempat memberikan presure kepada pihak distributor dan pengecer pupuk yang dinilai kurang maksimal melayani masyarakat.

Kesempatan itu, Bupati juga mengungkap bahwa apa yang dilakukan itu, memberikan presure kepada distributor dan pengecer pupuk tidak lain hanya untuk menjaga stabilitas pengedaran pupuk petani. Namun, lanjut Bupati, saat ini pupuk untuk Wajo sudah disiapkan di-pangkalan.

“Saat ini, pupuk kita sudah tersedia, kemarin sudah diangkut sebanyak 900ton kemudian menyusul 1000ton untuk suplay selanjut-nya hingga kuota untuk Kabupaten Wajo tercukupi. Sebenar-nya, saya agak keliru karena sempat marah-marah kepada pihak distributor dan pengecer yang saya anggap kurang maksimal. Tapi, itulah, kita juga tidak ingin petani kita terkendala masalah pupuk agar mereka bisa bercocok tanam dengan lancar,” pungkas Bupati.

Soal Infrastruktur Jalan

Sementara untuk masalah infrastruktur yang saat ini sementara dalam tahap pekerjaan, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru menjawab masukan warga agar beberapa ruas jalan diperbaiki mengungkap bahwa saat ini ruas jalan yang dimaksud telah diprogram-kan.

“Poros jalan Solo – Doping – Kulampu itu sudah diprogram-kan, sisa menunggu waktu pelaksanaan. Begitupula ruas jalan lain-nya sudah di-agenda-kan. Kita juga akan membangun jalan beton dibeberapa titik, Insya Allah dalam periode ini, akan dirampungkan,” terang Bupati.

Burhanuddin menambahkan, untuk mengangkat produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten Wajo juga saat ini tengah menyusun rencana pembangunan irigasi sistem pompanisasi.

Rencana-nya, air sungai Walanae yang melintas dari hulu danau tempe menuju teluk bone akan diangkat dan dialir-kan ke-persawahan petani. Estimasi luas lahan yang akan terairi untuk sistem ini bisa mencapai 4000hektare. Bupati akui, pemda melalui Dinas PSDA telah memiliki desain terkait rencana pembangunan sistem irigasi pompanisasi tersebut.

“Kita telah melakukan desain, dan kedepan Insya Allah, air sungai walanae akan kita angkat dan mengairi sawah seluas 4000hektare di-kawasan kecamatan Bola. Target irigasi pompanisasi ini mencakup lahan persawahan tadah hujan,” jelas Bupati. (aci)