Besok 108 Kades Terpilih Dilantik, Yang Kalah Diminta Legowo

Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda (ASK)

Wajo, MC – Jika arang tak melintang, Besok (Senin, 25 Mei 2015), 108 Calon Kepala Desa yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 30 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Desa terpilih untuk priode 2015-2021 ini akan dilakukan langsung oleh Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru di Lapangan Merdeka Sengkang pada pukul 09.00 Wita.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap bahwa acara pelantikan bagi para calon kepala desa terpilih adalah hal wajib dilaksanakan pasca pemilihan dan penetapan calon terpilih.

Dengan dilaksanakannya pelantikan, maka dengan sendirinya seluruh tahapan Pilkades telah rampung.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan adalah hal wajib dilaksanakan setelah proses pemilihan dan penetapan calon terpilih dilakukan, dengan pelantikan pula menandakan bahwa tahapan Pilkades serentak yang dilaksanakan selama ini telah rampung,” ujar Syamsul Bahri.

Terkait adanya komplain yang dilakukan oleh beberapa utusan calon kepala desa, baik secara tertulis maupun melalui aspirasi di DPRD Wajo, Ancu (sapaan Syamsul Bahri) menerangkan bahwa itu tidak mempengaruhi pelaksanaan pelantikan.

“Komplain yang ada tentu tidak menjadi acuan untuk melakukan penundaan pelantikan, terlebih dalam Undang-undang Pilkades, belum diterangkan secara jelas alur tentang penundaan pelantikan pasca pemilihan dan penetapan calon terpilih oleh masing-masing PPKD (Panitia Pemilihan Kepala Desa),” pungkas Ancu.

Senada dengan Ancu, Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda mempertegas bahwa komplain yang dilakukan oleh beberapa utusan calon kepala desa yang kalah dalam pemilihan tidak boleh menjadi acuan untuk menunda proses pelantikan.

“Komplain itu kan ada alur dan mekanisme tersendiri, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak melakukan pelantikan,” pungkas Syahrir.

Oleh itu, sambungnya, sebaiknya para calon kepala desa ini legowo, kalaupun ternyata dibelakang hari terbukti ada kesalahan yang dilakukan oleh kepala desa terpilih, maka tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya.

“Dengan catatan, itu ketika sudah ada ketetapan hukum dari pihak yang berwenang,” tutur Syahrir. (aci)