Bidan dan Perawat di Wajo Uji Kompetensi

Wajo, MC – Sebanyak 250 orang bidan dan perawat yang mengabdi di RSUD Lamaddukkelleng Sengkang uji kompetensi. Ujian kompetensi ini untuk meningkatkan kemampuan bidan dan perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Direktur RSUD Lamaddukkelleng Dr Baso Rahmanuddin mengatakan bahwa, Kompetensi bidan dan perawat yang ada di rumah sakit harus lebih baik dari bidan dan perawat yang ada di puskesmas karena rumah sakit merupakan rujukan bagi penderita yang gawat

“Jumlah perawat dan bidan di RSUD Lamaddukkelleng baik tenaga bidan, perawat maupun tenaga lain seperti dokter sekitar 550 khusus perawat dan bidan yang sudah PNS dan non pns sekitar 300 ini seimbang dengan jumlah pasien yang dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan,” kata mantan kepala puskesmas Majauleng itu.

Lebih lanjut, Ujian kompetensi dilaksanakan dua hari Tes tertulis dan tes wawancara jika tidak lulus ujian kompetensi akan dianjurkan ke puskesmas karena perawat dan bidang yang ada di RSUD itu harus lebih baik dari mereka yang ada di puskesmas

“Peserta yang ikut ujian kompetensi yakni bidan dan perawat yang non PNS baik mereka yang baru bekerja maupun mereka yang sudah lama mengabdi di RSUD Lamaddukkelleng mereka yang mengikuti ujian tidak masuk sekaligus daibagi menjadi 3 gelombang setiap gelombang terdiri dari 100 orang,” tandasnya (aci)