Bila Tidak Hujan, Wajo Terancam Gagal Panen

ASK-213x300 Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda

Wajo, MC – Kabupaten Wajo sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Indonesia terancam gagal panen tahun 2015 ini. Itu setelah lahan pertanian masyarakat kekurangan suplay air, khususnya tanaman padi yang tumbuh dilahan tadah hujan.

Wakil Bupati Wajo, A Syahrir Kube Dauda yang dihubungi tak menampik kondisi tersebut. Menurutnya, lahan pertanian khususnya tanaman padi saat ini membutuhkan air sebelum memasuki tahap panen.

“Entah itu air-nya itu dari sungai atau hasil pompa, jelasnya tanaman padi saat ini butuh-kan air, namun yang paling diharap adalah air hujan,” ujar Syahrir kepada MEDIA CELEBES, Minggu, 2/8.

Lanjut dijelaskan, dari 100ribu hektare lebih lahan pertanian di Kabupaten Wajo, 60 persen diantaranya tergolong sawah tadah hujan dan kebanyakan dari lahan tersebut telah ditanami padi.   Tentu, bila tanaman padi tidak mendapat air, maka besar kemungkinan petani alami gagal panen.

Oleh kondisi tersebut, pemerintah daerah akan melakukan koordinasi dan melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat.

“Kita berharap melalui koordinasi itu pemerintah bisa menurunkan bantuan, terlebih, pemerintah melalui kementerian pertanian pernah mewacanakan untuk memberikan bantuan pompanisasi untuk daerah-daerah penyangga pangan di Indonesia yang hadapi kekeringan termasuk salah satunya di Sulawesi Selatan,” terang Syahrir. (aci)