Bupati Akan Turunkan Bawasda Verifikasi Bantuan Sapi

“Dari Kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Belawa”

Ketgam : Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru saat memberikan arahan pada acara pembukaan Musrenbang tingkat Kecamatan Belawa (Foto : Red)

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru akan menurunkan Inspektorat Daerah (Bawasda) Kabupaten Wajo untuk turun melakukan verifikasi bantuan sapi ternak yang disalurkan oleh pemerintah kepada para penerima.

Masing-masing penerima, baik secara berkelompok atau perorangan (warga miskin) akan diverifikasi karena belakangan diketahui bahwa bantuan yang diberikan tersebut tidak dikelola secara baik dan berkesinambungan.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengungkap, dirinya banyak menerima laporan bahwa bantuan sapi ternak disalahgunakan. Informasi yang diterima Bupati, banyak penerima tidak melakukan pengembangbiakan seperti peruntukannya dengan alasan-asalan tertentu.

“Belakangan saya banyak menerima laporan bahwa bantuan sapi disalahgunakan, tidak dikembangbiakkan seperti peruntukannya. Ada yang mengaku sapi ternak itu mati, ada yang sakit, dicuri, bahkan ada pula laporan saya terima kalau bantuan sapi tersebut dijual. Untuk itu, saya akan turunkan Bawasda melakukan pemeriksaan,” ungkap Burhanuddin dihadapan ratusan warga saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Belawa, Senin, 9/2.

Padahal, lanjut Bupati, bantuan sapi disalurkan pemerintah untuk dikembangbiakkan oleh masyarakat dan tercipta lapangan usaha baru.

“Namun nyatanya banyak yang salah gunakan. Parahnya lagi, bila bantuan sapi itu dijual dengan alasan bahwa penerima atau pengelola sulit melakukan pengembangan. Kalau laporan itu benar bahwa bantuan sapi dijual dan tidak dimanfaatkan seperti peruntukannya, maka yang bersangkutan (penerima bantuan) harus bertanggung jawab. Bantuan yang diberikan tidak untuk dijual, akan tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkesinambungan,” terang Bupati.

Untuk diketahui, bantuan sapi ternak ini disalurkan oleh pemerintah pada tahun 2011 – 2012 lalu sebanyak 500 ekor, jumlah tersebut terbagi untuk beberapa kelompok dan warga kurang mampu. (adv)

Penulis : Nur Asri, SH