Bupati Akui Produksi Pertanian Wajo Masih Rendah

“Dari Kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Takkalalla”

Ketgam : Camat Takkalalla, A Besse Suhemi menyerahkan Draft Musrenbang kepada Bupati Wajo A Burhanuddin Unru (Foto : Red)

Wajo, MC – Produksi pertanian di Kabupaten Wajo masih tergolong rendah yakni baru berada diangka 4-5 ton perhektare per-musim tanam. Capaian produksi itu baru diperoleh dari beberapa daerah yang notabene prasarana dan sarana pertaniannya mendukung.

Padahal untuk maksimalnya, produksi pertanian harus berada diangka 7 atau 10 ton perhektare per-musim tanam. Kalau, produksi pertanian bisa berada diangka itu, maka target pendapatan perkapita masyarakat bisa terpenuhi.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengungkap hal itu saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Takkalalla, Selasa, 10/2.

“Produksi pertanian kita di Wajo ini masih tergolong rendah, padahal, kalau berbicara target produksi pertanian harusnya berada diangka aman yakni 7 hingga 10 ton perhektare permusim tanam. Kalau target produksi itu dicapai maka pendapatan rata-rata masyarakat seperti yang diharapkan pemerintah bisa terpenuhi,” ungkap Bupati.

Ditambahkan, dalam kurung waktu enam tahun ini (selama periode kepemimpinanya), perhatian pada sektor pertanian cukup besar, baik itu melalui pengadaan prasarana dan sarana pertanian, infrastruktur jalan, handtraktor bersubsidi, bantuan bibit, pencetakan sawah hingga pada pelaksanaan penyuluhan pertanian ataupun sentuhan khusus pada pengolahan lahan dan tanaman disediakan oleh pemerintah.

“Namun, upaya yang dilakukan itu belum sepenuhnya berhasil. Pemerintah masih alami kendala dan kekurangan faktor-faktor pendukung produktivitas lahan. Salah satu upaya yang dilakukan saat ini adalah mendukung pelaksanaan pembangunan Bendung Paselloreng dan Pompa Isap Bulu Cefo yang bisa mengairi lahan persawahan seluas 30 ribu dari 93 ribu hektare luas sawah yang ada di Kabupaten Wajo. Kalau kedua program itu terlaksana, maka sistem pengairan masyarakat bisa terpenuhi dan hasil produksi pertanian masyarakat bisa lebih meningkat,” jelas Bupati.

Lanjut dijelaskan bahwa, pemerintah dalam visi dan misi yang diembang menarget pendapatan masyarakat sebesar Rp36juta per-orang perkapita. Target itu akan dipacu dalam kurung waktu empat tahun terakhir. Bidang pertanian yang mendominasi tenaga kerja di Kabupaten Wajo hingga 80 persen penduduk diharap bisa mendongkrak pendapatan masyarakat.

“Untuk itu dibutuhkan kerja keras akan terpenuhinya program pendukung pertanian tersebut. Sekarang ini pemerintah terus berupaya agar kedua program tersebut bisa terlaksana, karena melalui program sistem pengairan tersebut maka produksi pertanian di Kabupaten Wajo bisa terangkat,” terang Bupati. (adv)

Penulis : Nur Asri, SH