Bupati Santuni Amelia, Bayi Penderita Gizi Buruk

Gizi BurukDidampingi Kepala RSUD Lamaddukkelleng, dr Muh Nur Tangsi, Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru jenguk Amelia, salah seorang anak penderita gizi buruk

Wajo, MC – Salah seorang anak penderita gizi buruk yang kini terbaring lemas di Bangsal Anak Klas III RSUD Lamaddekkelleng mendapat kunjungan santunan dari Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru.

Pasien yang diketahui bernama Amelia Regina Putri ini diklaim menderita gizi buruk setelah berat badannya turun menjadi 3,3 kg dengan kondisi tubuh mengecil, kurus dan memucat.

Pihak RSUD Lamaddukkelleng yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Amelia diklaim menderita gizi buruk karena kondisi tubuh dan hasil rekam medis yang dilakukan terhadap bayi berusia enam bulan ini.

“Amelia positif gizi buruk, itu disebabkan infeksi paru-paru dan juga kerusakan pada bahagian usus, begitu hasil rekam medis yang kami lakukan,” ujar dr Asriwarsih, salah seorang dokter spesialis anak RSUD Lamaddukkelleng melalui via ponselnya, Selasa, 21/3.

Namun demikian, sambung Warsih, pihak rumah sakit belum bisa memastikan dan menggali penyebab terjadinya infeksi paru dan kerusakan usus anak ini, apakah penyakit yang diidapnya bawaan sejak lahir, atau karena penanganan gizi dari orang tuanya kurang mendukung.

Warsih mengaku kesulitan mengorek informasi tentang riwayat penyakit Amelia, terlebih pihak keluarga pasien enggan memberi keterangan, termasuk orang tuanya sendiri hanya diam ketika ditanyai tentang penyakit anaknya.

“Itu yang menjadi kendala bagi kami, keluarga pasien tertutup dan enggan memberikan keterangan. Yang jelas, saat ini kami hanya melakukan perawatan dan menangani penyakit berdasarkan hasil rekam medis, termasuk memberikan asupan gizi, penanganan infeksi paru dan kerusakan usus serta beberapa tindakan medis lainnya,” terang Warsih.

Informasi yang dihimpun, Amelia Regina Putri dilahirkan secara prematur dari hasil perkawinan usia dini orang tuanya. Sebelum dirawat di RSUD Lamaddekkelleng, anak ini tinggal bersama orang tuanya di Sulawesi Tenggara.

Salah seorang perawat yang diwawancarai juga mengaku kesulitan mengorek informasi tentang keluarga pasien dan riwayat penyakit Amelia. “Kami tidak tahu nama orang tuanya, mereka tertutup, itupun hanya ibu dan neneknya yang menjaga dirumah sakit,” pungkas perawat ini. (SIPD)