Bupati Wajo Bantu 242 Jiwa Terdampak Bencana

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat serahkan bantuan kepada 242 jiwa lebih terdampak bencana angin puting beliung di Siwa Kecamatan Pitumpanua

Wajo, MC – Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru menyerahkan bantuan kepada warga kelurahan Siwa dan Lompoloang yang tertimpa bencana puting beliung, Siwa Kecamatan Pitumpanua, Rabu, 21/2.

Dengan mengenakan PDH putih lengkap atribut, Bupati penyandang satya lancana kebaktian sosial ini menyerahkan santunan berupa bantuan dana perbaikan rumah kepada masing-masing korban.

Besaran santunan yang diserahkan bervariasi; Rp 3 juta untuk 16 unit rumah rusak berat, Rp 2 juta untuk 13 rumah rusak sedang dan Rp 1 juta untuk 36 rumah rusak ringan.

“Santunan ini merupakan bantuan yang dialokasi pemerintah melalui anggaran pemerintah daerah. Pengalokasian anggaran tersebut bukti keprihatinan dan kepedulian pemerintah bagi masyarakat yang sedang tertimpa bencana”, ujar Bupati kepada para korban.

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru menjenguk pasien di RSU Siwa

Usai menyerahkan bantuan, Bupati kesempatan itu juga mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU) Siwa kecamatan Pitumpanua untuk memantau secara langsung pelayanan kesehatan dan penanganan pasien oleh petugas kesehatan.

Ditempat itupun, Bupati yang dikenal pemurah ini beri santunan kepada beberapa pasien yang sedang menjalani perawatan medis.

Ia didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Andi Ismirar Sentosa, Kepala Dinas Pedagangan dan Pasar Andi Sudarmin, Kepala Dinas PMD Syamsul Bahri serta Camat Pitumpanua Andi Mamu, Kapolsek dan Koramil setempat.

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat berkunjung di RSU Siwa

Sekedar diketahui, sehari sebelumnya korban yang keseluruhan berjumlah 242 jiwa lebih terdampak bencana ini juga dikunjungi oleh Dr Baso Rahmanuddin, Calon Bupati Wajo periode 2019-2024.

Kesempatan itu, menantu Bupati Wajo ini menyapa dan menyalami warga yang menjadi korban. Menurutnya, kunjungan itu merupakan bukti keprihatinannya terhadap warga.

Ia berharap warga yang rumahnya alami kerusakan untuk bersabar dengan tidak sesalkan kejadian yang menimpa. Bencana itu, kata dia, adalah cobaan Sang Pancipta yang harus dihadapi dengan sabar.

“Insya Allah, Tuhan punya rencana lain dari kejadian tersebut, dan pasti dibalik itu ada hikmanya”, ujar DBR inisial Rahmanuddin. (Sul/Red/MC)