Bupati Wajo Irup Di Peringatan Bulan K3

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru menjadi inspektur upacara (irup) peringatan bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional tingkat Kabupaten Wajo tahun 2014.

Hadir dalam acara para Muspida, Kepala SKPD dan para kompenen terkait. Dinas sosial, tenaga kerja dan Transmigrasi Wajo bertindak selaku pelaksana kegiatan.

Peringatan K3 yang bertajuk “Wujudkan Budaya K3 untuk Menjamin Stabilitas Usaha dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional” tersebut Bertempat di Kompleks perusahaan PT Energy Sengkang, Jumat 7/2.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru yang membacakan sambutan seragam Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar mengungkap bahwa pringatan K3 tahun ini adalah tahun kelima bagi Indonesia untuk berperan aktif dan bekerja secara kolektif dalam pencapaian visi K3 nasional yakni Indonesia Berbudaya K3 tahun 2015.

Diketahui bersama, bahwa kondisi glob al saat ini berpengaruh pada stabilkita usaha di-Indonesia dan memberikan dampak pada aspek perlindungan tenaga kerja.

“Salah satu tantangan besar yang dihadapi pada sektor ketenaga-kerjaan adalah kualitas sumber daya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja disuatu perusahaan. Untuk itu maka diperlukan usaha nyata guna meningkatkan kualitas SDM melalui BLK, Kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Lembaga diklat swasta atau perusahaan-perusahaan besar. Hal tersebut diharap mengantisipasi kecenderungan liberalisasi dan globalisasi yang saat ini sedang berlangsung,” ungkap Burhanuddin.

Dengan demikian, lanjut Burhanuddin, maka tenaga kerja kita telah siap menghadapi dan mengatasi segala kemungkinan dan tantangan yang terjadi dalam perdagangan bebas, khusus-nya di-kawasan negara ASEAN atau ASEAN free trade area (AFTA).

“Karena, tahun 2015 nanti, kita akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dicirikan dengan bebas-nya arus barang dan tenaga kerja terampil (Skilled) antar negara ASEAN,” tambah Burhanuddin

Disamping itu, menjelang tahun terakhir pelaksanaan Bulan K3 Nasional periode 2010-2014, dalam upaya pencapaian visi K3 nasional, Indonesia masih diliputi keprihatinan dengan masih tinggi-nya kecelakaan kerja, seperti kecelakaan di PT Freeport, Tabrakan kereta api dan Mobil tangki dan masih banyak kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja lain-nya.

“Penyebab-nya adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 sekaligus perilaku masyarakat industri pada khusus-nya dan masyarakat pada umum-nya belum optimal,” kata Burhanuddin.

Lebih jauh dijelaskan, Pelaksanaan K3 yang dilakukan, hendak-lah memenuhi tuntutan negara-negara maju, khusus-nya negara yang menjadi representasi masyarakat internasional terhadap persyaratan produk barang dan jasa, antara lain harus memiliki mutu yang baik, aman, ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional tertentu diantaranya ISO 9001 series, ISO 14000 series, OHSAS 18000 series dan SMK3.

“Kondisi tersebut harus kita jadikan sebagai tantangan sekaligus peluang dalam meraih keberhasilan perdagangan global, dan disisi lain persyaratan tersebut selalu dihubungkan dengan perlindungan bagi tenaga kerja konsumen dan hak asasi manusia,” ajak Burhanuddin. (aci)