Bupati Wajo Jalani Verifikasi Penghargaan “Bintang Jasa Utama”

IMG_0116a Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat menjalani verifikasi, tampak Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan RI, Laksamana TNI Suyono Thamrin bersama rekannya mengamati produk kain sutera hasil tenunan warga pribumi

Wajo, MC – Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru menjalani proses verifikasi terkait usulan penghargaan “Bintang Jasa Utama” dari tim verifikasi Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan RI, Minggu 3/7 kemarin.

Proses verifikasi ini menindaklanjuti usulan pemerintah daerah setelah sebelumnya Bupati dua periode ini mengantongi penghargaan Satya Lancana Pembangunan Bidang Pertanian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta penghargaan Satya Lancana Kebhaktian Sosial dari Kementerian Sosial RI era Presiden Joko Widodo.

Verifikasi yang dilakukan ini berupa paparan Bupati terkait hasil pembangunan bidang pertanian, pembangunan transmigrasi, peningkatan ekonomi masyarakat, budidaya ulat sutera, konsep pembangunan sistem pengairan, tindak lanjut pelestarian danau tempe serta beberapa item lainnya.

Tim verifikasi yang turun ke Wajo diantaranya ; Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan, Laksamana Pertama TNI Suyono Thamrin, Kepala Bagian Penganugerahan, Kolonel CHB Erwan Hartono dan Kepala Bagian Verifikasi, Ani Afrilda.

Ketiganya hampir dua jam melakukan verifikasi dan melayangkan beberapa pertanyaan kepada Bupati yang kala itu didampingi oleh Ketua DPRD dan Muspida, Wakil Bupati, Sekda Wajo serta para Kepala SKPD lingkup pemerintah kabupaten Wajo.

Laksamana Pertama TNI Suyono Thamrin mengungkap, pelaksanaan verifikasi adalah bahagian dari proses tindak lanjut usulan penghargaan kepada pemerintah pusat. Itu kemudian disidangkan bersama dengan unsur DPR-RI yang dipimpin oleh Menkopulhukam.

“Jadi, tugas kami mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi serta melakukan verifikasi terkait usulan yang diterima. Hasil verifikasi itu nantinya akan disidang-kan. Pada dasarnya penganugerahan penghargaan adalah proregatif Presiden, namun tentu semua butuh proses dan pengkajian mendalam sebelum diperhadapkan kepada Presiden,” papar Suyono. (Red/MC)