Bupati Wajo Launching Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016

Sensus Ekonomi 2016 Gambar Logo Sensus Ekonomi 2016

Wajo, MC – Sensus Ekonomi tahun 2016 (SE 2016) akan digelar pada bulan April – Mei 2016 mendatang. Mengawali kegiatan rutin pertiga tahun tersebut, pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) diseluruh tingkatan menggelar apel siaga.

Tak terkecuali di Kabupaten Wajo yang pada hari ini (Sabtu, 19/3) menggelar apel siaga Sensus Ekonomi Tahun 2016.

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru kesempatan itu bertindak selaku pembina apel sekaligus memasangkan topi dan rompi sensus secara simbolis kepada para petugas BPS serta melaunching pelaksanaan SE 2016 yang ditandai dengan pelepasan balon di halaman Gedung Pertemuan GCC Sengkang, Sabtu, 19/3.

Dalam sambutan tertulis Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Suryamin, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk satu irama, satu pemikiran serta satu tujuan dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ini.

Menurutnya, apel siaga digelar untuk membangkitkan awareness (kesadaran) serta membangun spirit (semangat) dari para petugas BPS dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi yang diembang.
20160319_0956500

(Ketgam : Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat melaunching pelaksanaan Sensus Ekonomi tahun 2016)

“Kira-kira enam minggu kedepan, kita akan memasuki tahap paling penting dalam sensus yakni ; pencacahan lapangan. Oleh itu, tidak ada waktu untuk bersantai karena kita sudah berada pada posisi siaga 1 dalam sensus ekonomi ini,” ujar Bupati.

Lanjut diterangkan, pelaksanaan sensus merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik yang pada intinya untuk memperoleh data yang nantinya akan bermanfaat dan berguna untuk kelestarian pembangunan bangsa.

“Harus disadari bahwa data yang dihasilkan dalam sensus nantinya multi manfaat, bukan hanya untuk kepentingan pemerintah dan pelaku usaha saja, akan tetapi bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” pungkas Bupati.

Sensus Ekonomi 2016 ini, sambung Bupati, mencakup semua lapangan dan skala usaha (kecuali sektor pertanian) yang diperkirakan mencapai 24 juta usaha dan perusahaan. Untuk melakukan pencacahan lapangan terhadap kegiatan massif ini, maka BPS menurunkan sekitar 340 ribu lebih petugas untuk melakukan sensus.

“Petugas ini nantinya dituntut bekerja secara profesional, berintegritas dan amanah serta menjadi petugas yang tangguh, jujur dan penuh tanggungjawab. Kualitas petugas juga harus terjamin karena mereka yang akan berhadapan langsung dengan responden dalam pengumpulan data. Kualitas mereka sangat menentukan agar validasi data yang dihimpun tidak terjadi garbage in – garbage out (GIGO),” terang Bupati.

Hadir dalam apel siaga diantaranya ; Jajaran Muspida Kabupaten Wajo, Kepala BPS Kabupaten Wajo, Naharuddin Nusu bersama para petugas SE 2016, Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo serta para tamu undangan lainnya. (SIPD)