Bupati Wajo Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mesjid Sulaiman

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru saat meletakkan batu pertama pembangunan Mesjid Sulaiman di Soreang Lopi Kelurahan Macero Kecamatan Belawa

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru meletakkan batu pertama pembangunan mesjid yang berlokasi di Soreang Lopi Kelurahan Macero Kecamatan Belawa, Kamis, 19/2.

Peletakan batu pertama tempat ibadah ummat islam yang diberi nama “Mesjid Sulaiman” ini atas permintaan H Ahmad salah seorang pengusaha sukses asal Macero yang menetap di Propinsi Jambi Pulau Sumatera.

Sedianya, pembangunan mesjid ini akan menggunakan anggaran sebesar Rp 2 Milyar dan sepenuhnya ditanggung oleh H Ahmad sebagai donatur.

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru dalam sambutannya tak hentinya beri apresiasi. Dia merasa bangga akan kepedulian H Ahmad yang dengan sukarela menyisihkan dana untuk membangun mesjid didaerah kelahirannya.

Dia mengimbau masyarakat Kabupaten Wajo untuk mengikuti amalan yang dilakukan oleh H Ahmad bersama keluarganya.

“Membangun tempat ibadah untuk kepentingan masyarakat umum sangat besar pahalanya dan akan menjadi tabungan akhirat bagi yang melakukan amalan. Selaku pemerintah saya merasa bangga terhadap masyarakat Wajo yang berniat untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan ditengah masyarakat,” ucap Bupati dalam arahannya.

Ditambahkan bahwa dengan adanya partisipasi masyarakat membangun tempat ibadah, maka secara tidak langsung, amalan yang dilakukan oleh masyarakat ini membantu pemerintah menunuaikan visi dan misi yang diembang, yakni menciptakan masyarakat religius dan taat beribadah.

“Seandainya setiap hari ada peresmian mesjid, maka setiap hari pula saya akan turun melakukan peletakan batu pertama, kenapa?, karena pembangunan tempat-tempat ibadah, pondok pesantren dan fasilitas keagamaan adalah bahagian dari visi dan misi yang harus dipenuhi oleh pemerintah,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Burhanuddin berharap agar ketika mesjid selesai dibangun, masyarakat secara umum menjaga dengan baik tempatnya beribadah. Dia mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kelestarian bangunan, bersih, ramai dan rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Jangan setelah dibangun, tempat ibadahnya tidak diperhatikan. Namanya tempat ibadah, haruslah tetap ramai, rutin melaksanakan kegiatan keagamaan seperti pengajian, dizikir bersama dan berbagai kegiatan lainnya yang bernilai ibadah agar aktifitas dalam mesjid tetap berjalan,” ungkap Bupati.

Tidak itu saja, Burhanuddin juga berharap agar panitia mesjid yang dipercakan untuk melaksanakan pengelolaan manajemen administrasi, memperhatikan petugas-petugas yang dipercayakan dalam mesjid. Misalkan saja, memperhatikan imam mesjidnya, para pegawai sara, tukang bersih (cleaning service) dan petugas lainnya yang bertugas dalam mesjid.

“Sebenarnya pemerintah ingin menganggarkan tunjangan untuk petugas-petugas mesjid ini, hanya saja anggaran yang dimiliki daerah belum mampu memenuhi semua kebutuhan yang ada. Pemerintah masih memprioritaskan program yang mendesak dan dibutuhkan secepatnya oleh masyarakat dari keuangan daerah,” tutur Bupati.

Usai memberikan arahan, Bupati Wajo kesempatan itu menyerahkan santunan kepada lima orang anak yatim piatu yang bertempat tinggal di kelurahan Macero.

Santunan ini merupakan salah satu program Gerakan Peduli Anak Yatim yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Belawa.

Dihadapan Bupati, juga dilakukan penyerahan dana pembebasan tanah dari donatur pembangunan Mesjid Sulaiman kepada panitia pelaksana pembangunan mesjid. (adv)

Penulis : Bs Selvi Damayanti