Bupati Wajo Pantau Kondisi Korban Angin Puting Beliung di Pammana

Wajo, MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru pasca musibah angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Pammana, Kamis, 26/3 kemarin, turun memantau kondisi kerusakan yang dialami oleh masyarakat.

Pemantauan itu dilakukan di Desa Simpursia Jl poros Sengkang – Bone sekitar pukul 19.00 Wita malam tadi.

Burhanuddin dalam pantauannya didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo, Alamsyah HN, Kepala Bidang Kesetiakawanan Sosial, H Sahrang, TNI Kodim 1406 Wajo dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Ditempat itu, Bupati perintahkan instansi terkait untuk segera mengiventarisir kerusakan yang dialami warga. Dia juga perintahkan agar Dinas Sosial menurunkan bantuan berupa terpal kepada warga yang rumahnya alami kerusakan.

“Untuk sementara kita bagikan dulu terpal, bisa dijadikan atap sementara sambil menunggu bantuan dari pemerintah setelah proses inventarisasi dilakukan,” ujar Bupati kepada korban yang pada kesempatan itu berkerumun saat Bupati tiba dilokasi.

Begitupula dengan terputusnya aliran listrik disekitar lokasi kejadian, Bupati memerintahkan pihak PLN segera bertindak, melakukan perbaikan dan memulihkan kembali aliran listrik yang kini tidak berfungsi.

“Itu tugasnya PLN, saya harap paling lambat besok aliran listrik disini sudah diperbaiki, kasihan warga tidak ada penerangannya,” perintah Bupati kepada Sangkala, Kepala unit ranting PLN Kampiri.

Lanjut, Bupati menginstruksikan kepada Dinas terkait untuk menyiapkan santunan kepada dua orang korban yang kini menjalani perawatan medis dirumah sakit.

“Besok juga kita jenguk korban sekaligus beri bantuan,” terang Burhanuddin.

Seperti diketahui, musibah angin puting beliung yang disertai dengan hujan lebat itu membuat 24 rumah pada tiga desa alami kerusakan, 14 tiang listrik tumbang dan dua warga mendapat perawatan medis di rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan belum ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, namun kerugian yang dialami warga capai ratusan juta rupiah.

Penulis : Nur Asri