Bupati Wajo Paparkan “Tiga Pilar Demokrasi” di Batam

Materi Bupati Wajo 1Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru bersama Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Ibnu Sina Batam dan moderator dalam dialog interaktif

Wajo, MC – Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dalam kunjungan kerjanya di Batam Kepulauan Riau sempatkan diri untuk membawakan materi dalam kuliah umum yang dilaksanakan oleh pihak Yayasan Perguruan Tinggi Ibnu Sina Batam.

Kuliah umum bertajuk “Putra Sang Kolonel Membangun Daerah” ini digelar di Kampus Ibnu Sina, Senin 30/5. Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Yayasan Ibnu Sina H Andi Ibrahim bersama para Ketua Program Studi serta beberapa tamu undangan lainnya.

Selain tampil sebagai pemateri, Bupati kesempatan itu juga melakukan kerjasama pengembangan dan penelitian dengan pihak Yayasan Perguruan Tinggi Ibnu Sina Batam. Kerjasama ditandai dengan penandatangan MoU antara Bupati Wajo dengan Ketua Yayasan serta para Ketua Prodi Ibnu Sina Batam.

Materi Bupati Wajo Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat membawakan materi dalam kuliah umum

Dalam materinya, Bupati mengajak mahasiswa untuk menegakkan demokrasi dan menangkal paham liberal, kapitalis serta doktrin-doktrin radikal yang menurutnya mulai menjamur dan menyusup ditengah masyarakat.

Cara menangkal paham itu sendiri, kata Bupati, adalah dengan melakukan penguatan pilar agama, pilar budaya dan pilar akademik.

“Ketiga pilar itu-lah yang menurut kami menjadi penangkal dan membentengi masyarakat untuk tegaknya demokrasi di Indonesia,” ujar Bupati dihadapan ratusan mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum tersebut.

Di Wajo, sambung Bupati, ketiga pilar itu terus diupayakan agar tetap lestari dan menjadi terapan ditengah masyarakat. Bahkan, untuk mempertegas ketiga pilar tersebut, pemerintah daerah menyandingkannya dengan pengejewantahan kearifan lokal budaya serta adat istiadat yang dimiliki dalam kehidupan bermasyarakat, berpemerintahan dan berpolitik.

Materi Bupati Wajo 2Ratusan Mahasiswa hadir dalam Kuliah Umum Bupati Wajo

“Kami juga terapkan budaya 3S (Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi) dalam kehidupan sehari-hari, ini kemudian menuntun masyarakat Wajo menjadi masyarakat yang religius, sopan dan santun, beretika serta terhindar dari konflik, seperti itulah gambaran masyarakat Wajo,” papar Bupati. (Red/MC)