Bupati Wajo Pimpin Apel, Polisi dan Tentara Blokade Kantor Gadis

IMG_20160328_173501Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru mengamati proses pemeriksaan, tampak diantaranya beberapa personil Polres Wajo (Polisi Wanita) mengawal pelaksanaan tes urine

Wajo, MC – Apel pagi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo di halaman Kantor Gabungan Dinas (Gadis), Senin (28/3) pagi tadi sontak terhenti setelah diserbu oleh personil Kepolisian Resort (Polres) Wajo bersama TNI Kodim 1406 Wajo.

Ratusan pegawai yang hadir dalam apel disiplin itupun terlihat kaget dan terheran setelah menyaksikan kantor mereka diblokade.

Bahkan, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru yang saat itu bertindak selaku pembina apel langsung hentikan arahannya dan menyambut kedatangan Kapolres Wajo AKBP Muh Guntur bersama Dandim 1406 Wajo Letkol Inf Abdul Azis.

“Selamat pagi pak Kapolres, pak Dandim, maaf ada yang bisa kami bantu?,” sapa Bupati kepada keduanya (Kapolres bersama Dandim) yang saat itu sudah berjalan mendekat.

Setelah berbincang dengan Bupati Wajo, beberapa menit kemudian, Kapolres langsung mengambil alih apel dan menyampaikan maksud kedatangannya.

“Kami datang ditempat ini untuk melakukan tes urine kepada seluruh pegawai. Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran narkoba yang belakangan menjamur, termasuk diantaranya dikalangan PNS,” ujar Kapolres dihadapan peserta apel sembari memegang microfon.

Bupati Wajo usai mendengar penjelasan dari Kapolres langsung mengiyakan, terlebih dalam beberapa pekan terakhir, orang nomor satu di Wajo ini tak hentinya meneriakkan masalah narkoba.

“Silakan pak Kapolres, saya setuju dengan tes urine ini, bila perlu saya orang pertama yang diperiksa baru kemudian menyeluruh kepada seluruh pegawai,” kata Bupati mempersilakan Kapolres.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian belum mengeluarkan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan urine pegawai lingkup kantor Gabungan Dinas. Kapolres Wajo yang dimintai keterangan melalui via ponsel-nya belum menjawab.

Namun, beredar informasi bahwa tes urine tersebut telah menjaring tiga orang pegawai, termasuk diantaranya salah seorang pegawai lingkup Dinas Tata Ruang dan Permukiman Wajo. (aci)