Bupati Wajo : Purna Praja Siap-Siap Hadapi Persoalan Ketika Bertugas

“Dari Acara Tradisi Korps Praja dan Halal Bihalal IKAPTK se-Bosowasi”

1437754995453 Acara Tradisi Korps Praja dan Halal Bihalal IKAPTK se-Bosowasi

Wajo MC – Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru beri saran kepada praja yang baru untuk siap-siap menghadapi persoalan ketika nanti menyelesaikan pendidikan Kepamong Prajaan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Menurutnya, setelah bergelut dalam dunia pemerintahan, purna praja pasti akan berhadapan dengan seribu macam persoalan dan itu menuntut purna untuk mencarikan solusi atau memecahkan persoalan.

“Coba saja nanti ketika sudah bertugas, kalian pasti akan menghadapi bermacam persoalan, itu sudah pasti dan kalian harus terbiasa menghadapi persoalan itu untuk kemudian mencarikan solusi atau memecahkan masalah yang dihadapi itu,” ujar Bupati saat hadir beri sambutan dalam acara Tradisi Korps Praja dan Halal Bihalal Ikatan Akademi Perguruan Tinggi Kepamong Prajaan (IKAPTK) Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai (Bosowasi) yang dilaksanakan di Sengkang, Jumat malam, 24/7.

Tidak itu saja, lanjut Bupati, purna praja juga setelah menjalani pendidikan dan telah bertugas diharap untuk menjaga silaturahmi, tetap solid dan kesampingkan sikap egois dalam ber-organisasi.

“Bahkan ketika nanti alumni praja dipercayakan untuk menjadi pimpinan dalam sebuah lembaga pemerintah, diharap agar kesampingkan sikap egois, meski itu terhadap bawahannya,” harap Bupati.

Sementara itu, Ketua IKAPTK Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengawali acara mengungkap cita-cita agar kedepan organisasi IKAPTK ini dipermanenkan.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan rutin setiap tahun atau ketika siswa praja sedang libur dari agenda pendidikan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyakarat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan (BPMPDK) Kabupaten Wajo ini juga mengurai bahwa alumni kepamong prajaan yang bertugas di Kabupaten Wajo secara keseluruhan berjumlah 70 orang lebih yang tersebar hampir diseluruh instansi pemerintah.

“Alumni ini-pun masing-masing ada di seluruh tingkatan, dari tingkatan paling bawah hingga tingkatan tertinggi. Untuk tingkatan tertinggi yang kami maksud disini adalah Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru selaku pemimpin yang pernah mengikuti pendidikan dibangku perguruan tinggi APDN,” terang Ancu sapaan Syamsul Bahri.

Lebih lanjut, mantan Camat Bola ini mengungkap harapan agar seluruh alumni tetap solid menjalin komunikasi dan menjaga silaturahmi.

“Dan yang paling penting adalah, meski institusi yang ditempati menimba ilmu berbeda nama (APBN, STPDN, IPDN), bentuk dan masa, namun yang telah mengikuti pengkaderan harus memiliki jiwa dan semangat kepamongprajaan,” imbuh Ancu. (aci)