Bupati Wajo Resmikan Penggunaan Billing e-Hospital RSUD Lamadukelleng Sengkang

Bupati Wajo A Burhanuddin Unru (tengah) Pemimpin Wilayah Kantor BRI Cabang Makassar Kuswiyoto dan Plt RSUD Lamadukelleng Sengkang dr Baso Rahmanuddin

Wajo, MC – Sistem manajemen keuangan berbasis online (Billing e-Hospital) yang telah dioperasikan selama sebulan lebih oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamadukelleng Sengkang diresmikan penggunaannya oleh Pemerintah Kabupaten Wajo dalam hal ini Bupati Wajo A Burhanuddin Unru.

Peresmian program ini ditandai dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara Plt Kepala RSUD Lamadukelleng Sengkang dr Baso Rahmanuddin dengan Pemimpin Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Makassar, Kuswiyoto dalam acara Grand Launching Billing e-Hospital di Gedung GGC Jl Sawerigading Sengkang, Selasa, 3/3.

Peresmian juga ditandai dengan penggesekan perdana kartu debet dan tukar cenderamata masing-masing antara Bupati Wajo A Burhanuddin Unru dengan Pemimpin Wilayah BRI Cabang Makassar Kuswiyoto.

Plt Kepala RSUD Lamadukelleng Sengkang, dr Baso Rahmanuddin dalam laporannya mengungkap lima manfaat yang diperoleh dari penggunaan program Billing e-Hospital.

Pertama adalah meningkatkan akses pelayanan keuangan secara full time (24jam), cepat dan tepat serta mendorong terciptanya pengelolaan keuangan rumah sakit yang transparan, akuntable dan terintegrasi.

Kedua, memberikan kepastian biaya kepada pihak pasien dan ketiga memudahkan proses pembayaran.

“Pada poin ini, pasien tidak perlu bingung ketika saat akan keluar dan kebetulan tidak memiliki uang tunai untuk membayar biaya perawatan atau tindakan medis yang diterima. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai dan non tunai melalui ATM atau Kantor BRI terdekat (layanan transfer) oleh pihak pasien diluar daerah,” pungkas Rahmanuddin.

Manfaat keempat dari penggunaan billing e-hospital, lanjutnya, adalah mengefesiensikan anggaran untuk alat tulis kantor (ATK) dan kelima adalah memberikan kemudahan untuk melakukan monitoring terkait pendapatan dan belanja rumah sakit secara berkala.

“Intinya adalah sistem ini mendorong terciptanya transparansi pengelolaan keuangan, kolektor tidak lagi memegang uang tunai, pembayaran oleh pihak pasien atas rawat inap, harga obat ataupun biaya atas tindakan medis dilakukan melalui billing e-Hospital. Beda dengan sebelumnya, kolektor bisa menyimpan uang selama dua hari sehingga memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Rahmanuddin.

Sementara itu, Bupati Wajo A Burhanuddin Unru dalam sambutannya menilai penggunaan program billing e-Hospital di RSUD Lamadukelleng adalah inovasi yang luar biasa. Namun, dia berharap agar inovasi tersebut tidak membuat pihak RSU melupakan sistem pelayanan lainnya.

Burhanuddin mengungkap tiga sistem untuk menciptakan pelayanan maksimal bidang kesehatan diantaranya ; ketersediaan personil (dokter dan perawat), sistem pelayanan oleh para personil dan ketersediaan sarana dan prasarana dalam rumah sakit.

“Apakah dokter ahlinya sudah cukup, apakah dokternya konsisten melayani pasien dan sudah tersediakan peralatan dalam rumah sakit, semua itu harus terpenuhi, bukan hanya mengandalkan satu sistem saja,” pungkas Bupati.

Sementara Pemimpin Wilayah BRI Makassar Kuswiyoto mengungkap bahwa permohonan yang diterima pihak BRI untuk pelaksanaan program Billing e-Hospital ini berjumlah 70 pendaftar. Namun, kata Dia, BRI memprioritaskan RSUD Lamadukelleng. Menurutnya, program ini pernah digagas tahun 2011 lalu namun baru bisa terlaksana tahun 2015 ini.

“Kami menilai Kepala RSUD Lamadukelleng memiliki komitmen jelas, agresif dan konsisten menjalankan program ini, itu menjadi alasan kami sehingga memprioritaskan RSUD Lamadukelleng untuk bekerjasama dengan pihak kami,” terang Kuswiyoto. (adv)

Penulis : Nur Asri, SH