Bupati Wajo Respon Positif Pembentukan Kampung KB

DSC_14800Kepala BKKBN Propinsi Sulsel, Rini Riyatika beri sambutan dalam pencanangan Kampung KB di Wajo

Wajo, MC – Pemerintah Kabupaten Wajo merespon positif pembentukan Kampung KB (Keluarga Berencana) yang tidak lain merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menekan angka kelahiran dan pertumbuhan penduduk dalam wilayah Indonesia.

Tindak lanjut program pemerintah pusat ini diaplikasikan melalui pencanangan yang dititik lokasikan di Desa Watampanua, Kecamatan Pammana, Rabu (16/3).

Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru melaunching program tersebut yang disaksikan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan, Rini Riyatika.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkap kesiapan untuk meneruskan program ini kepada pemerintah tingkat kecamatan, desa dan kelurahan se Kabupaten Wajo.

Bahkan untuk menyukseskan program tersebut, Bupati instruksikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mengintegrasikan program kerjanya dengan Kampung KB.

DSC_14299(Ketgam : Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat hadir dalam acara pencanangan Kampung KB)

“Pak Sekda, segera lakukan pertemuan dengan seluruh SKPD, kita akan tindak lanjuti program ini, dalam waktu dekat kita bentuk kembali Kampung KB,” ujar Bupati disela sambutannya.

Lanjut Bupati dua periode di Wajo ini menjelaskan, selain ditingkat SKPD pemerintah daerah juga akan coba mengintegrasikan program KB ini dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo.

“Integrasi program KB bisa juga kita selipkan dalam kegiatan Badan Kontak Majelis Taqlim (BKMT) yang tersebar diseluruh daerah Kabupaten Wajo. Pemahaman tentang upaya penekanan angka kelahiran serta pertumbuhan penduduk dalam satu wilayah bisa dilakukan dalam dzikir bersama yang rutin dilaksanakan BKMT,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala BKKBN Sulawesi Selatan, Rini Riyatika mengatakan, program Kampung KB dibentuk bertujuan untuk mengendalikan jumlah pertumbuhan penduduk yang saat ini dinilai melebihi jumlah rata-rata dari target yang ditentukan pemerintah.

“Pertumbuhan penduduk di Indonesia 1,49 persen atau terjadi pertumbuhan penduduk sekitar 1,5 hingga 3,5 juta orang setiap tahun. Coba bayangkan betapa besar pertambahan penduduk di negara ini dalam setiap tahunnya. Pertumbuhan itu berefek pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, belum kendala lain yang dihadapi seperti sulitnya menemukan lahan untuk tempat tinggal, utamanya ditingkat perkotaan,” pungkas Rini. (SIPD)