Bur Unru : Munas Golkar Cenderung Aklamasikan ARB

Wajo, MC – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Wajo, A Burhanuddin Unru (Bupati Wajo) memprediksi dukungan suara untuk Ketua Umum Partai Golkar lebih kepada Aburizal Bakrie (ARB).

Bahkan menurutnya, kecenderungan hasil Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali ini akan berakhir aklamasi untuk ARB.

“Kemungkinan besar Munas berakhir aklamasi untuk ARB. Hal itu dapat terlihat dari pernyataan sikap yang disampaikan oleh para pengurus DPD maupun organisasi sayap Partai Golkar usai pembacaan laporan pertanggungjawaban ARB,” ungkap Burhanuddin, saat mendampingi Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin, 1/12.

Seperti diketahui, bahwa pelaksanaan Munas ke-9 Partai Golkar ini sempat alami gejolak. Beberapa kader Golkar bahkan ingin mencalonkan diri dan bersaing dengan ARB untuk pemilihan Ketua Umum.

Namun, dari hasil pantauan hampir dapat dipastikan bahwa Munas ini akan berakhir aklamasi untuk ARB sebagai Ketua Umum Partai Golkar Periode 2014-2019.

Sama seperti yang diutarakan oleh Ketua Panitia Pelaksana Munas ke-9 Partai Golkar, Ahmadi Noor Supit, dalam sebuah situs mengungkap prediksi Aburizal Bakrie akan menjadi Ketua Umum Golkar periode 2014-2019 dan ditunjuk secara aklamasi.

Alasannya, karena mayoritas pengurus DPD I dan II Golkar, organisasi pembentuk dan yang dibentuk Golkar, setuju mengajukan Aburizal Bakrie sebagai Ketua umum.

Itu disampaikan dalam sesi Pemandangan Umum di Munas yang berlangsung di Hotel Westin, Bali. Apalagi, sebelumnya, calon ketua umum lainnya Airlangga Hartarto mengundurkan diri.

“Kalau sudah begini posisinya, berdasarkan AD/ART dan tatib, kalau ada salah satu calon sudah dicalonkan 50 plus 1 persen suara, Atau pasal lain hanya ada satu calon yang memenuhi syarat 30 persen lebih, maka dia bisa dikatakan ketum terpilih secara aklamasi,” kata Supit, di Nusa Dua, Bali, Senin (1/12) malam.

Dia menegaskan bahwa semua proses itu dilaksanakan berdasar prinsip demokrasi.

“Ya ini kan sebuah demokrasi juga di dalam parpol. Apalagi di Partai Golkar, bahwa pemegang hak suara sudah menyarakan sikapnya, menerima LPJ dan mengusulkan Ketum sekarang menjadi Ketum yang akan datang,” ujarnya.

Tadinya, kata Dia, semua orang menduga akan terjadi pertarungan yang ketat, dan menduga akan terjadi protes yang keras.

“Namun, faktanya tidak terjadi. Bahkan culik menculik sampai tadi malam. Ternyata mereka solid,” katanya.

Untuk diketahui, proses pemilihan calon ketua umum akan dilaksanakan pada sidang Munas hari ini Selasa, (2/12). (aci)