Camat Pitumpanua Akui Pejabat Desa Batu Tidak Bagikan Raskin

Wajo, MC – Dugaan penyalahgunaan pembagian beras raskin di Desa Batu Kecamatan Pitumpanua oleh pejabat pemerintah desa diluruskan oleh Plt Camat Pitumpanua, A Sudarmin.

Kepala Dinas Pasar Kabupaten Wajo ini ketika dimintai tanggapan terkait keluhan warga mengungkap bahwa, beras yang dibagikan oleh pejabat desa kemungkinan besar bukan beras raskin, melainkan beras murah yang memang dikeluarkan oleh Perum Bulog.

“Kalau untuk pembagian beras bulan desember, bukan lagi beras raskin namanya, namun, ada beras yang memang dikeluarkan oleh perum bulog untuk warga kurang mampu,” ungkap Sudarmin melalui via ponselnya, Minggu, 11/1.

Dijelaskan bahwa, untuk penyaluran beras ini, masing-masing pemerintah desa diberi kesempatan untuk membagikan beras kepada warganya dengan harga yang lebih murah.

Metode pembayaran-nya pun beda, kalau Raskin biasanya dibayar setelah ada beras, tapi ini harus dibayar lebih dulu baru bisa mengambil beras.

“Namun dengan catatan bahwa, beras diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu. Pemerintah desa sepanjang bisa membeli di bulog maka bisa saja membagikannya kepada warganya. Begitu informasi yang diperoleh dari Bulog, beberapa waktu lalu,” terang Sudarmin.

Seperti diketahui, informasi tentang adanya pembagian beras raskin yang diduga tidak tepat sasaran dan diselewengkan oleh aparat pemerintah desa ini dikeluhkan oleh warga.

Bahkan, informasi tersebut mendapat komentar dari Hj Husniaty HS anggota DPRD Wajo setelah menerima laporan dari warga.

Ketua PDI-P Kabupaten Wajo ini mengaku pernah menerima aspirasi dari warga yang menyebut bahwa pembagian beras raskin terkesan dimainkan oleh aparat pemerintah desa sehingga muncul pendapat beragam.

Dinilai, kurangnya informasi tentang penyaluran beras tersebut memicu permasalahan dan membuat penerima raskin yang terdaftar namanya ditingkat kabupaten merasa haknya dikebiri. Terlebih, belakangan muncul dugaan warga yang mengatakan bahwa pembagian beras dimainkan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

(Penulis : Nur Asri, SH)