Camat Tempe ; “Silakan Laporkan, Pemerintah Akan Serbu Lokasi”

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B memantau kondisi kebersihan kota. (tampak dalam gambar, Camat bersama tim membersihkan sampah berserakan yang dibuang secara tidak benar, bukan pada tempatnya)

Wajo, MC – Pemerintah kecamatan Tempe membentuk tim untuk memberantas sampah dan menangani masalah kebersihan di Kota Sengkang dan sekitarnya.

Pembentukan tim ini sebagai tindak lanjut pelimpahan tugas oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Permukiman (sekarang Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, red) berdasarkan Perda nomor 6 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo.

Camat Tempe, Andi Baso Iqbal B mengungkap hal itu kepada MEDIACELEBES di Ruang Kerjanya, Selasa (3 Januari 2017).

Ia menjelaskan, tim yang dibentuk masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda.

Pertama ; tim sapu jalan berjumlah 21 orang, bertugas menyapu dan mengumpul sampah pada titik tertentu di sejumlah ruas jalan mulai pukul 06.00 wita – 09.00 wita. Tim ini dilengkapi atribut berupa rompi.

Kedua ; Satgas Kebersihan bertugas mengangkut sampah yang dikumpul oleh tim sapu jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Satgas ini juga dilengkapi atribut, kendaraan sampah, mesin pemotong rumput, dan beberapa peralatan lainnya.

“Satgas Kebersihan berjumlah 19 orang, mereka bekerja setiap hari pada pukul 09.00 wita sampai selesai”, ujarnya.

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal di lokasi TPA Kelurahan Cempalagi

Ketiga ; sambung Camat, adalah tim yang bertugas mengontrol dan mengangkut sampah diarea permukiman warga. Terbentuk atas kerjasama pemerintah kecamatan dengan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Wajo.

“Untuk sementara, tim ini baru mengakomodir beberapa permukiman dan atas dukungan swadaya masyarakat. Saat ini, pemerintah masih terkendala keterbatasan kendaraan untuk menghadle semua permukiman yang ada di kota Sengkang”, ungkap Andi Aso’ (sapaan akrab Camat Tempe).

Lanjut diterangkan, bahwa untuk penanganan sampah dan kebersihan kota, pemerintah daerah melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2017 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 milyar.

Pengalokasian anggaran itu untuk mendanai sejumlah kegiatan, seperti ; pengadaan kendaraan persampahan, pengadaan mesin pemotong rumput, membayar honorarium/tunjangan petugas, dan beberapa item kegiatan lainnya yang membutuhkan biaya.

“Namun tentu dengan ketersediaan anggaran, akan memudahkan pemerintah dalam menindaklanjut permasalahan sampah dan kebersihan secara rutin dan berkelanjutan. Pemerintah tidak ingin muncul kesan bahwa gerakan pembersihan nanti dilakukan pada saat akan menghadapi perlombaan atau penilaian Adipura, pemerintah tidak ingin seperti itu”, papar Iqbal.

Selain mengungkap pola dan pengalokasian anggaran, Camat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dan sejalan dengan pemerintah. Minimal, kata Dia, masyarakat berpartisipasi memberi informasi dan atau melaporkan titik-titik yang perlu dibersihkan.

“Silakan laporkan jika ada sampah, pemerintah akan hadir dan menyerbu lokasi yang ditunjuk”, ujar Camat. (SIPD)