Opini

BARAKKA dan PAMMASE Dipusaran Politik “ANDI UNRU”

Ketua Harian DPP Golkar Nurin Halid didampingi Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru serahkan surat rekomendasi kepada Paslon BARAKKA. (MC)

Wajo, MC – Kharisma kepemimpinan (almarhum) H Andi Unru, Bupati Wajo ke 5 periode (1967 – 1978) masih cukup kental dan berpengaruh di Bumi Lamaddukkelleng.

Meski sempat redup hingga tiga dekade yang pada saat itu diisi oleh beberapa bupati, namun sejak anaknya, Andi Burhanuddin Unru memenangkan pilkada langsung 2008 silam, aura kepemimpinan yang ditorehkan oleh purnawirawan ABRI ini pun kembali bersinar.

Sang anak, Andi Burhanuddin Unru yang mewarisi darah kepemimpinan orang tuanya mampu bertahan selama dua periode (2009-2019 mendatang) dan memangku jabatan sebagai kepala daerah di Tana Wajo.

Sekarang, diakhir masa jabatannya yang menyisakan setahun lebih, dinamika persaingan politik kembali bergejolak.

Dua kandidat pasangan calon yang bersaing, yakni ; BARAKKA (Dr Baso Rahmanuddin – KH Anwar Sadat Malik) dan PAMMASE (Amran Mahmud – Amran) masing-masing ditengarai terbentuk dan dibentuk oleh kekuatan politik Andi Burhanuddin Unru bersama saudara-saudaranya (Trah Andi Unru).

Empat bersaudara, generasi Andi Unru ini pun membagi diri. (Sapaan) Andi Bur Unru bersama Andi Bambang Unru kepasangan BARAKKA, sedangkan Andi Ukka Unru dan Andi Ocang Unru ke PAMMASE.

Percaturan politik inilah yang menjadi misteri dan belum terjawab hingga saat ini. Strategi apa yang dikembangkan oleh orang-orang berpengaruh ini ?, dan kenapa mesti mereka membagi diri dengan tidak menyatukan dukungan ?.

Apakah itu bahagian dari sebuah skenario untuk memenangkan salah satu pasangan calon, atau mereka benar-benar larut dalam pusaran politik sehingga pada akhir babak nanti, baik BARAKKA maupun PAMMASE yang terpilih, trah Andi Unru tetap kokoh dan terkenang.

Misteri itu hingga saat ini belum terjawab dan masih menjadi tanda tanya.

Namun jika dicermati, dari dua paslon yang ikut bertarung, salah satunya dekat dan boleh dikata mewarisi keahlian dan kelihaian Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru dalam berpolitik dan berpemerintahan, yakni Dr Baso Rahmanuddin.

Kandidat yang sejak awal setia mendampingi mertuanya ini, baik dalam pertarungan politik maupun berpemerintahan diyakini mampu meneruskan kepemimpinan Andi Burhanuddin Unru.

Berdasarkan catatan penulis, Dr Baso Rahmanuddin sudah terjun secara langsung dan tampil sebagai penyokong kemenangan pada empat momentum pilkada.

Pertama saat mengawal kemenangan Syahrul Yasin Limpo bersama Agus Arifin Nu’mang (jilid I) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel tahun 2008, kedua saat mengawal mertuanya Andi Burhanuddin Unru yang kala itu berpasangan Amran Mahmud (saat ini menjadi kompetitornya) dalam Pilkada Wajo tahun 2008, ketiga kembali mengawal pemenangan Syahrul Yasin Limpo bersama Agus Arifin Nu’mang (jilid II) pada Pilgub 2013, dan keempat kembali berhasil mengawal kemenangan Andi Burhanuddin Unru bersama Andi Syahrir Kube Dauda pada Pilkada Wajo tahun 2014 silam.

Dengan pengalaman politik, naluri kepemimpinan, strategi, dan jaringan yang terbentuk selama itu menjadi modal bagi Dr Baso Rahmanuddin untuk maju dan mencalonkan diri dalam Pilkada.

Terlebih hingga beberapa tahun terakhir, beberapa lembaga survey menempatkan Dr Baso Rahmanuddin diposisi teratas dan mengungguli kandidat lainnya. Trend positif itu kemudian menjadi tolak ukur dan memuluskan langkahnya dalam bursa pencalonan.

Setelah berhasil mengangkat rating survey-nya, Dr Baso Rahmanuddin berpaket dengan KH Anwar Sadat Malik (Ketua Dewan Syuro DPW Sulawesi Selatan). Keduanya mengangkat tagline BARAKKA yang merupakan akronim nama mereka.

Lantas, apakah pasangan birokat – agamais atau nasionalis – religius ini bisa mengalahkan pasangan PAMMASE yang berlatar belakang politikus – pengusaha ?, nasib mereka ditentukan pada 27 Juni 2018 mendatang, kita tunggu saja hasilnya. (MC)

“Pada tulisan selanjutnya, akan coba digali peluang masing-masing pasangan calon berdasarkan hasil pengamatan dan sudut pandang penulis. Semoga bermanfaat”. 

More from Opini

Kisah Tentang DBR, Penulis dan Keset Kaki

Calon Bupati Wajo, Dr Baso Rahmanuddin tampak berdoa, ia duduk di-saf belakang dan disampingnya keset kaki, sandal dan sepatu milik jamaah mesjid (MC) Wajo, MC – Sosok sederhana, rendah hati, tampil apa adanya, dan tidak bergaya elit-elitan jelas terpatri dalam … read more

Soal Politik, Begini Sikap Camat Tempe

Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal B (Foto : MC) Wajo, MC – Camat Tempe, Andi Muh Baso Iqbal menegaskan aparat-nya untuk tidak mencampur adukkan pelayanan dengan persoalan pemilukada (pemilihan umum kepala daerah). Ia tidak mau soal politik, dukung mendukung, … read more