Opini

Seminar Pendidikan, Prof Hamdan “Melawan Takdir”

Kepala Kemenag Wajo, Dr HM Arsyad (tengah) bersama Prof Hamdan Juhannis dan Kasi Mapenda Kemenag Wajo, H Muhammad Subhan dalam acara Seminar Pendidikan. (Foto : Sul/MC)

Wajo, MC – Sebanyak 600 pegawai dan guru lingkup Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo ikut andil dalam kegiatan Seminar Pendidikan yang digelar di Aula Gedung As’sadah, Selasa, 25 April 2017 kemarin.

Seminar bertema “Membangun Tradisi Pendidikan Karakter Menuju Masyarakat Unggul” ini menghadirkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Prof Hamdan Juhannis selaku pembicara, Kepala Kemenag Wajo, Dr HM Arsyad sebagai keynote speaker, dan Kasi Mapenda Kemenang Wajo, H Muhammad Subhan berperan sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Wajo, HM Arsyad mengungkap kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan seluruh pihak, termasuk kesiapan guru besar UIN yang berkenan hadir memberikan pencerahan dan tampil selaku pembicara dalam seminar.

“Waktu penyusunan kegiatan tidak berlangsung lama, hanya dalam sepekan kegiatan tersebut dapat terlaksana, dan hasil cukup baik karena mendapat antusias tinggi dari para peserta untuk hadir dalam seminar”, ujar Arsyad.

Sementara itu, Prof Hamdan dalam materinya mengisahkan perjalanan karirnya sejak ditinggal ayahnya yang meninggal dunia diusia 3 tahun, dihidupi oleh orang tua perempuan yang serba kekurangan, sekolah ditingkat pendidikan dasar dan menengah, hingga kemudian masuk dibangku kuliah dan meraih gelar professor.

Kisah itu dipaparkan dalam buku berjudul “Melawan Takdir yang tidak lain adalah hasil karyanya sendiri.

Selain itu, pria kelahiran desa Mallar, salah satu desa terpencil di Kabupaten Bone ini juga membeberkan bahwa gelar yang disandangnya saat ini berhasil diraih diusia 37 tahun, atas pencapaian itu sehingga dirinya dinobatkan sebagai professor termuda di salah satu perguruan tinggi di Australia.

Melawan takdir, kata dia, menjadi motivasi dan mendorong hidupnya untuk tidak berpangku tangan dengan kondisi sesulit apapun.

“Lawanlah takdir yang dibuat orang disekitar anda…lawanlah batasan takdir dari pecundang…Bermimpi, berusaha dan berbuatlah, karena dengan takdir-Nya…Tuhan akan selalu mmberi yang terbaik…Anda tidak mampu membaca makna dibaliknya seketika itu…Mungkin ada yang berupaya meminta kemudahan hidup dan Tuhan memberinya akal untuk berpikir tentang cara untuk menggapai kemudahan itu…Mungkin ada yang meminta kekuatan tapi Tuhan mmberi kesulitan hidup dan dari proses itu dirinya menjadi kuat…Ada yang selalu berusaha untuk meraih cinta tapi Tuhan memberinya orang-orang lemah yang harus dibantu untuk merajut cinta kasihnya…Mungkin ada yang berusaha dan berdoa untuk menjadi berani dalam hidupnya, tetapi nyatanya Tuhan memberinya berbagai rintangan sebagai batu asahan keberaniannya…Itulah takdir, menerima ketentuan Tuhan bukan dari apa yang diinginkan, tetapi Tuhan memberikan dari apa yang dibutuhkan hamba-Nya,” tutur Hamdan dalam kutipan bukunya.

Tak kalah menarik dalam seminar, Prof Hamdan juga mengutarakan bahwa sekarang ini hasil karyanya tengah dirilis dan coba diangkat ke layar lebar. “Jadi tak lama lagi saya bisa jadi artis” ulasnya disertai canda. (Sul/MC)

More from Opini

KPK Rilis Sponsorship Bagi Tenaga Kesehatan

Ilustrasi (Foto : KPK) Menteri Kesehatan RI menerbitkan peraturan tentang sponsorship bagi tenaga kesehatan. Peraturan ini dibuat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan profesi tenaga kerja terkait dengan sponsorship, yang tidak boleh mempengaruhi independensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Peraturan … read more

Waspada, Hoax Bisa Jadi “Boomerang” Bagi Presiden

Ilustrasi Jakarta, MC – Munculnya fenomena hoax dikalangan masyarakat adalah akibat dari masih buruknya lembaga-lembaga negara dalam menyediakan dan menyampaikan informasi kepada publik. Tak jarang informasi yang disediakan dan disampaikan itu justru tidak akurat, tidak benar, bahkan cenderung menyesatkan, sehingga … read more