Politik

Soal NH, Ini Penjelasan Bupati Wajo Tentang Syahrul YL

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru saat menjamu kunjungan Nurdin Halid di kecamatan Pammana – Wajo. (Foto : Red/MC)

Wajo, MC – Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru membantah dengan sangat opini yang berkembang bahwa hubungan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (NH) kurang harmonis atau terjadi perselisihan. 

Ia menepis isu tersebut dan menilai hubungan keduanya (Syahrul – NH) baik-baik saja. Menurutnya, isu itu hanya dikembangkan oleh orang-orang tertentu yang ingin membuat runyam kondisi.

“Pak Syahrul (Gubernur Sulsel, red) adalah saudara saya, dan hubungannya dengan Nurdin Halid baik-baik saja, tidak ada perselisihan. Hanya saja, Pak Syahrul tidak bisa lagi maju dalam Pilgub (pemilihan gubernur) karena sudah dua periode, jadi kita jangan mengira hubungan mereka retak”, ujar Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru saat menjamu Nurdin Halid bersama rombongan dalam acara Safari Ramadhan di kecamatan Pammana, Wajo, Senin 19 Juni 2017.

Ia menambahkan, kedepan Nurdin Halid akan maju dalam Pilgub. Selaku Ketua DPD II Partai Golkar di Wajo, dirinya wajib mendukung calon yang diusung partai. Selain itu, Burhanuddin mengungkap diri bahwa NH dengan dirinya masih terikat hubungan keluarga.

“Saya dan Nurdin Halid masih satu keluarga, oleh itu saya harus mendukung beliau, apapun yang terjadi dan apapun resikonya, apalagi saya Ketua Golkar di Wajo”, ulas Bupati.

Mendengar pernyataan Bupati, Nurdin Halid menyikapi. Ia tak menampik bahwa hubungannya dengan Syahrul Yasin Limpo baik-baik saja. Bahkan dalam sambutannya Nurdin mengungkap keberhasilan Gubernur Syahrul selama memimpin Sulsel.

“Pak Gubernur berhasil mengangkat pendapatan masyarakat Sulsel hingga 7.1 persen, pencapaian itu lebih tinggi dibanding nasional, dan itu menurut kami sebuah keberhasilan dan patut kita apresiasi”, ujar Nurdin.

Namun demikian, sambungnya, peningkatan itu belum sepenuhnya merata hingga ke desa dan kebanyakan hanya dinikmati oleh masyarakat kota. Diluar sana masih banyak desa yang tertinggal dan itu perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

“Sederhananya begini, boleh tanya masyarakat kota, berapa lembar baju yang bisa dia beli dalam setahun, mungkin lima lembar atau lebih. Tapi coba tanya di desa, mungkin jawabnya hanya dua lembar dalam setahun. Itu menandakan bahwa daya beli masyarakat masih rendah, dan tentu jika tidak mampu membeli berarti mereka belum sejahtera”,ulasnya. (Red/MC)

More from Politik

YP Ogah Maju Pilkada, NDB Menyalip

Ilustrasi Calon Kepala Daerah (Foto : Int) Wajo, MC – Ketua DPRD Kabupaten Wajo, HM Yunus Panaungi enggan turut serta dalam proses penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang digelar partai golongan karya (Golkar) kabupaten Wajo, 18 – 28 … read more

DPR Ingatkan ; Teroris Sasar Asia

Legislator DPR RI, Prananda Surya Paloh. (Foto : Fraksi NasDem) Jakarta, MC – Indonesia kembali berduka, akibat serangan bom bunuh diri yang menghantam area halte busway, terminal kampung melayu, jatinegara, jakarta timur, rabu (24/5) malam. Legislator DPR RI Prananda Surya … read more