Ruang Informasi ini terselenggara atas kerjasama PEMERINTAH KABUPATEN WAJO dengan situs online MEDIACELEBES.COM yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahun dan penyebarluasan informasi tentang PEMBANGUNAN DESA

Hebat…142 Desa di Wajo, TRANSPARAN

Kadis PMD ; “Terbuka dalam artian bahwa, segala aktifitas yang dilakukan pemerintah desa harus dan wajib hukumnya untuk diketahui oleh publik”

Cover Majalah OPEN VILLAGE SIPP DE (Red/MC)

Wajo, MC – Upaya yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten Wajo dalam mewujudkan sistem dan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, profesional dan akuntable melalui program Open Village SIPP De (Sistem Informasi Pemerintahan dan Pembangunan Desa), ternyata berbuah manis

Pasalnya, sejak program keterbukaan informasi tersebut diterapkan, kinerja aparatyang dulunya terkesan tertutup dan enggan berbagi informasi, kini menjadi luwes dan terbuka serta dapat diakses oleh masyarakat luas.

Ibarat belenggu, gembok dan rantai penyekat pintu informasi tentang sistem dan tata kelola pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan regulasi, pengelolaan dan pemanfaatan keuangan desa terbuka secara transparan dan tidak tertutup-tutupi.

Dengan begitu, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dari 142 desa se kabupaten Wajo seluruhnya sudah dikategorikan sebagai desa transparan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinas PMD) kabupaten Wajo, Syamsul Bahri mengungkap hal itu kepada MEDIACELEBES, Selasa, 12 Juni 2017. Ia menjelaskan bahwa salah satu efek positif yang ingin dicapai dari penerapan program tersebut adalah terciptanya iklim kerja pemerintahan desa yang terbuka dan transparan, profesional dan akuntable. Hal itu pula sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem dan tata kelola pemerintahan yang baik dan terbuka.

“Terbuka dalam artian bahwa, segala aktifitas yang dilakukan pemerintah desa harus dan wajib hukumnya untuk diketahui oleh publik, harus dipaparkan secara gamblang kepada khalayak umum. Dengan begitu maka, kesan kongkalikong yang selama ini sering muncul ditengah pelaksanaan pemerintahan desa tidak lagi menjadi beban. Akan terasa indah jika semua kita paparkan kepada masyarakat, tidak ada yang ditutup-tutupi dan aparat dapat tidur dengan nyenyak tanpa dibebani perasaan gelisah”, ujar Bahri memaknai efek positif keterbukaan dan transparansi.

Lanjut, mantan Camat Bola ini mengurai efek positif dari penerapan program Open Village SIPP De dapat dibuktikan dari ;

1. Semua data tentang informasi APBDesa bagi 142 desa di kabupaten Wajo sudah dapat diakses melalui aplikasi dan website Open Village SIPP De pada Dinas PMD Kabupaten Wajo.
2. Secara fisik, seluruh desa (142 desa) telah memasang baliho info APBDesa di desa masing-masing, sebagai media informasi terbuka bagi masyarakat desa setempat.
3. Selain itu, informasi tentang desa juga dapat diakses melalui call center pada ruang Infodesa Dinas PMD Kabupaten Wajo. Serta publikasi media, baik cetak, online maupun TV lokal.

Dengan keterbukaan informasi yang bisa diakses dari berbagai media, maka otomatis kinerja pemerintahan desa menjadi transparan.

“Hal ini diharapkan membawa dampak positif dalam peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Dibandingkan dengan sebelumnya, masyarakat kesulitan mendapat informasi tentang progres kerja pemerintahan dan pembangunan desa”, ujar Bahri.

Untuk diketahui, penerapan program keterbukaan informasi dan transparansi ditegaskan sebelumnya oleh Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Sandjojo.

Mendes bahkan memerintahkan agar seluruh desa mengumumkan melalui media mass dan memajang baliho berisi tentang informasi penggunaan dan pengelolaan anggaran desa. (SIPD/K)

More from SIPD/K