Catut Nama Bupati, Pemilih ini Kebingunan

Wajo, MC – Salah seorang pemilih di Kecamatan Pitumpanua mengaku kebingunan menentukan pilihan-nya kepada salah satu calon legislatif (Caleg) di-daerah-nya.

Kebingunan pemilih yang belakangan diketahui bernama Herman Arif ini, karena beberapa Caleg berani mencatut nama Ketua Golkar Wajo (Bupati Wajo, A Burhanuddin Unru, red) dalam pertemuan-pertemuan-nya.

“Saya heran, karena ada Caleg yang mengatas namakan Bupati, kata-nya di-referensikan khusus. Ironis-nya, karena masyarakat tahu, bahwa di-daerahnya juga ada beberapa Caleg yang waktu waktu pemilukada lalu bergabung dan menjadi pendukung Bupati, sementara, Caleg yang baru muncul ini tidak kami ketahui latar belakang-nya dan langsung menjual-jual nama Bupati,” kata Arif, di Sengkang, Kamis 6/2.

Selain nama Bupati, lanjut Arif, Caleg itu juga bahkan menggunakan nama kepala desa bahwa diri-nya ditunjuk oleh pemerintah setempat untuk dipilih oleh masyarakat.

“Maka-nya kami heran, mana yang benar, apakah Caleg yang baru masuk perkenalkan diri dan menyebut nama Bupati, ataukah Caleg yang memang sebenar-nya adalah orang Golkar sendiri,” terang Arif.

Martono, SH divisi hukum Partai Golkar Wajo menanggapi permasalahan itu mengungkap bahwa, pencatutan nama seseorang dalam kancah persaingan politik sudah lumrah dan pasti akan terjadi.

Terlebih, dalam tahapan pemilukada lalu, memang ada diantara Caleg yang turut membantu dan menjadi pendukung dari A Burhanuddin Unru hingga terpilih menjadi Bupati.

Hanya saja, kalau sampai mencatut nama Bupati dengan mengatakan hanya diri-nya saja yang direferensi oleh A Burhanuddin Unru, itu perlu diluruskan.

“Jangan sampai, itu bagian dari akal-akalan dan strategi Caleg itu saja, mencatut nama dan memanfaatkan momentum untuk mendapat simpati pendukung, terlebih di Dapil III adalah basis kemenangan Bupati saat ini,” terang Martono.

Kalaupun Ketua Golkar Wajo ingin mereferensi-kan Caleg dalam Pilleg, tambah Tono, tidak mungkin hanya satu atau dua orang Caleg saja.

Ketua Golkar Wajo tentu ingin agar Caleg-nya banyak yang terpilih, Begitupula dengan partai-partai pendukung waktu Pemilukada lalu, pasti mereka juga mendapat dukungan dari A Burhanuddin Unru.

“Jadi, Saya rasa, apa yang dilakukan oleh Caleg itu dengan mencatut nama Bupati hanya akal-akalan dan merupakan strategi terapan untuk mengganggu suara pesaing-nya. Karena kami yakin, untuk mereferensikan satu atau dua orang saja dalam satu Dapil, kami rasa beliau (Bupati Wajo, red) tidak seperti itu,” pungkas Martono. (Kha)