Cemarkan Nama Baik Pemerintah, Bupati Keberatan

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengaku keberatan jika dituduh yang tidak benar terkait musibah kebakaran pasar sentral Sengkang, Senin 14/10 lalu.

Dia menilai kabar itu adalah bentuk pencemaran nama baik terhadap diri-nya secara pribadi jika selalu di-isukan yang bukan-bukan.

“Saya keberatan jika selalu dituduh yang tidak benar, untuk itu, mulai saat ini jika ada yang mengisukan tidak benar, saya harap Kapolres Wajo bertindak tegas,” ungkap-nya dalam rapat bersama pembahasan pasar sentral Sengkang, di ruang rapat-nya, Rabu, 16/10 kemarin.

Kebakaran pasar sentral Sengkang, menurut-nya, adalah sebuah musibah dan tentu untuk mengetahui penyebab terjadi-nya kebakaran berdasarkan hasil penyidikan Kepolisian.

“Jadi kita tunggu saja apa hasil penyidikan kepolisian dan jangan menghubung-kan dengan saya, pak Kapolres saya harap bertegas, atau saya langsung ke Kapolda bahkan perlu ke-Mabes,” terang Burhanuddin.

Selama ini, aku Bupati, pemerintah telah banyak memberi kebijakan kepada para pedagang pasar, termasuk dalam hal perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB). Namun, pasca kejadian, kenapa mesti pemerintah yang disalahkan.

“Untuk kita pahami saja, saya tidak punya kepentingan disitu, bahkan sebalik-nya saya membantu perpanjang-kan HGB-nya, tapi kenapa masih banyak yang mengisukan tidak benar dan mem-politisir permasalahan yang ada disitu,” tandas Burhanuddin.

Untuk diketahui, sebelum-nya berkembang kabar kurang sedap yang mengisukan bahwa kebakaran pasar sentral adalah pesanan oknum tertentu.

Hanya saja, kabar tersebut dianggap tak bertuan dan di-politisasi sedemikian rupa untuk merusak citra pemerintah.

“Jadi, sekali lagi saya harap warga tetap tenang dan jangan terprovokasi. Bila ada yang ditemukan mengisu-kan tidak benar, tangkap atau laporkan kepada yang berwajib,” tandas Burhanuddin.(aci)