Cetak Instruktur Militan, IMM Bone Gelar Pengkaderan se-Indonesia Timur

IMM BonePeserta Latihan Instruktur Dasar (LID) IMM Bone

Bone, MC – Sebanyak 49 peserta mengikuti Pembukaan Latihan Instruktur Dasar (LID) se-Indonesia Timur yang diselenggerakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Bone, di Aula Wisma Cempaka, Bone, Sulawesi Selatan, Senin 25/4.

Kegiatan tahunan tersebut berlangsung selama 6 hari (25-30 April 2016).

Ratusan Kader IMM, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pemda Bone serta para tamu undangan hadir dalam acara yang bertajuk “Terwujudnya Instruktur Yang Profesional dan Militan dalam Mengawal Pengkaderan IMM” tersebut.

Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Bone Andi Saiful Marfian mengatakan, pelaksanaan LID bertujuan untuk mempertegas peran, fungsi dan tanggung jawab instruktur dalam mengawal perkaderan, mencetak instruktur yang kompeten dan militan, merekonstruksi pola perkaderan yang efektif dan masif dan memformulasikan konsep perkaderan serta etika instruktur dalam mengawangi cita-cita besar ikatan.

“Melalui kegiatan ini, IMM berharap bisa melahirkan instruktur cabang se-Indonesia Timur yang lebih berkualitas dari segi keilmuan, pemahaman agama, dan perkaderan untuk mewujudkan perkaderan IMM yang lebih unggul”, Kata Saiful juga Ketua Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulsel ini.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bone yang diwakili oleh Muh Yusuf mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pengkaderan formal IMM adalah upaya penguatan paradigma gerakan IMM.

Ia mengharap output pengkaderan mampu memahami gerakan pembaruan IMM dengan komprehensif, menekankan upaya kritis dan dealegtis serta mampu mentransformasikan gagasan dalam pergerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kedepannya.

“Peningkatan Kuantitas harus berbarengan dengan Peningkatan Kualitas.” papar Yusuf.

Asisten II Pemda Bone Andi Gunadil Ukra meminta IMM aktif melakukan kaderisasi. Itu, kata Gunadil sebagai bentuk melawan radikalisasi, narkoba dan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender).

“Muhammadiah memiliki peran yang sangat besar terhadap kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia serta kelangsungan bangsa yang sampai hari ini menjadi salah satu organisasi terbesar,” jelas Gunadil. (Penulis : Jumardi)