DBD Mulai Mewabah, Dinkes Wajo Lakukan Upaya Preventif

Wajo, MC – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mewabah ditengah masyarakat, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus ini sudah menyerang warga sehingga harus dirawat secara medis di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo dr Baso Rahmanuddin yang dikonfirmasi terkait penyakit DBD ini mengaku telah melakukan upaya preventif.

Upaya yang dilkakukan berupa penyuluhan, abtaisasi dan juga penyemprotan di daerah-daerah yang dianggap rawan penyakit DBD.

Namun demikian, dia tak menampik bahwa saat ini sudah ada beberapa warga yang terserang DBD yang berasal dari dua desa di kecataman takkalalla.

“Betul, beberapa warga positif terserang DBD, terutama dari kecamatan takkalalla tepatnya di kelurahan peneki dan desa botto. Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ini, maka Dinkes melakukan upaya preventif,” ungkap Rahmanuddin, di Sengkang, 22/12.

Dia menambahkan, bahwa untuk menjaga agar penyakit ini tidak menjangkiti pasien lainnya, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, khususnya hal-hal yang bisa menyebabkan berkembangnya nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus.

“Dalam penyuluhan kami memberikan imbauan kepada masyarakat agar hal-hal yang bisa menjadi sarang nyamuk ini sebisanya untuk ditanam atau dibakar. Tentu untuk menjaga agar penyakit ini tidak berkembang sebaiknya masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya, terlebih saat ini adalah saat pergantian musim kemarau dan penghujan, saat dimana nyamuk ini berkembang,” ungkap Rahmanuddin.

Lebih jauh Rahmanuddin menjelaskan gejala penyakit DBD secara umum bisa diketahui memiliki ciri, seperti, panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah.

“Hanya saja, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Oleh itu, masyarakat harus lebih waspada dan mengenali gejala penyakit DBD ini,” harap Rahmanuddin. (aci)

Berikut Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) seperti yang dikutip dalam sebuah situs tentang kesehatan :

1. Mendadak panas tinggi selama 2 – 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih.

2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.

3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah

5. Tes Torniquet positif

6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura

7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung

8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya

9. Hematemesis atau melena

10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)

11. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari : Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin. Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan. Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia

Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah :

1. Memberikan minum sebanyak mungkin.
2. Kompres agar panasnya turun.
3. Memberikan obat penurun panas.
4. Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
5. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

Cara Penularan Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:

1. Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
2. Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
3. Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
4. Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
Mampu terbang sampai 100 meter
5. Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.

Cara Pencegahan, Pengobatan dan Penanganan

Cara pencegahan dilakukan dengan :

1. Pemberantasan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan
Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi
Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini
Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika.

Cara penanganan pasien DBD antara lain:

1. Monitor suhu tubuh penderita setiap hari bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
2. Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
3. Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
4. Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
5. Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.

Sekarang ini merupakan masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dimana nyamuk demam berdarah sedang berkembang biak. Karena itu, semoga pemahaman mengenai gejala demam berdarah ini bermanfaat untuk mencegah wabah penyakit yang satu ini.

(Disadur dari salah satu situs tentang kesehatan)