Di Jakarta, Siswa SMP Basmi Iklan Rokok

Siswa SMP di Jakarta turunkan iklan rokok Gerakan Basmi Iklan Rokok SMP 104 Jakarta

Jakarta, MC – SMP Negeri 104 Jakarta melakukan gerakan basmi iklan rokok di-sekitar sekolah mereka. Kegiatan ini didukung pihak pengambil kebijakan setempat, yaitu Kecamatan Mampang Prapatan dan Kelurahan Tegal Parang.

Penanggalan iklan rokok ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran akan resiko adiksi rokok dan anak-anak di sekolah mereka melalui iklan-iklan.

Tiga bulan lalu, tiga lembaga, yaitu Lentera Anak Indonesia, Yayasan Pengembangan Media Anak, dan Smoke Free Agents melakukan monitoring (pengamatan) terhadap 360 sekolah di lima kota di Indonesia.

Monitoring ini dilakukan untuk membuktikan adanya serbuan iklan rokok pada anak-anak, yang notabene menghabiskan banyak waktunya di sekolah. Dari monitoring ini didapatkan hasil bahwa 85 persen tempat penjualan (warung/minimarket) di sekitar sekolah memasang iklan/promosi rokok dengan berbagai bentuk dan di tempat mereka berjualan.

Hasil monitoring tersebut pun disampaikan ke beberapa sekolah di Jakarta dan Bandung, salah satunya adalah SMP Negeri 104 Jakarta. Melihat fakta yang memperlihatkan bahwa siswa-siswi mereka menjadi target pemasaran industri rokok, maka para murid dan guru tergerak untuk melakukan sesuatu.

Dengan meminta dukungan dari Kecamatan Mampang Prapatan serta Kelurahan Tegal Parang sebagai pemangku kepentingan di daerah sekolah mereka, murid-murid dan guru SMP Negeri 104 Jakarta pun menyampaikan keinginan mereka untuk dapat bergerak menurunkan iklan-iklan rokok di sekitar sekolah mereka.

Hal ini bertujuan untuk menghindarkan siswa-siswi mereka dari rayuan adiksi rokok yang akan membuat mereka menjadi konsumen nikotin.

“Pada dasarnya kami sangat mendukung gerakan ini. Selain iklan-iklan tersebut bisa membuat anak-anak ingin merokok, iklan-iklan rokok ini juga seharusnya sudah tidak ada lagi di seluruh Jakarta, termasuk di area sekitar sekolah. Ini sudah diatur di Pergub DKI Jakarta No.1 Tahun 2015 tentang Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau pada Media Luar Ruang,” jelas Kepala Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Setelah mendapat persetujuan dan dukungan penuh dari pihak kecamatan dan kelurahan, hari ini, mereka pun bergerak, berkeliling ke sekitar sekolah untuk menurunkan iklan-iklan rokok yang bertebaran di warung-warung serta minimarket, dan menyerahkan spanduk pengganti yang mendorong pihak warung untuk tidak menjual rokok kepada anak-anak.

“Kami tidak mau teman-teman kami jadi terjebak rokok. Kami tidak mau jadi target promosi rokok. Rokok tidak sehat, kenapa diiklankan?” ujar Hilda, salah satu murid SMP Negeri 104 Jakarta. (Citizen)