Diduga Motif Cemburu, Polisi Dalami Kasus Pemarangan

“Terkait Pemarangan Kanitres Takkalalla oleh Warga”

Wajo, MC – Kejadian yang menimpa Kanit Serse Polsek Takkalalla, Brigadir Kepala Sahri Wijaya berupa pemarangan yang dilakukan oleh salah seorang warga yang bernama H Ride, Selasa 17/2 malam tadi diduga karena motif cemburu.

H Ride, seperti informasi yang dihimpun dari kerabatnya, mengaku pernah berseteru dengan Sahri Wijaya karena istrinya, HY (inisial) yang juga Kepala Desa Parigi sering diganggu oleh oknum kepolisian ini.

Bahkan, kata kerabat korban, kejadian pemarangan itu terjadi didekat rumah H Ride di Paria Kecamatan Majauleng.

“H Ride sering bercerita kepada saya, katanya, Pak Kanit sering mengganggu istri H Ride. Bahkan, Kanit seringkali menghubungi istrinya sehingga hubungan keduanya (H Ride dengan HY) renggang. Kemungkinan itu yang menjadi pemicu sehingga H Ride melakukan hal itu,” ungkap kerabat H Ride yang namanya enggan disebutkan ini, Rabu, 18/2.

Ditambahkan bahwa perseteruan antara H Ride dengan Kanitres Takkalalla ini juga pernah terjadi sebelumnya. Dan kemungkinan pula karena ulah oknum polisi ini sehingga dipindah tugaskan ke Makopolres Wajo.

“Saya dengar keduanya pernah adu argumen, H Ride pernah menegur Kanitres Takkalalla karena cemburu istrinya diganggu. Dan mungkin karena itu pula sehingga Kanitres Takkalalla ini dipindahtugaskan ke Makopolres. Ini masih ada SMS-nya saya simpan,” terang keluarga H Ride ini.

Sementara itu, Kapolres Wajo AKBP Masrur yang dimintai keterangan terkait motif kejadian mengaku masih mendalami kasus tersebut.

“Motif masih didalami, karena H Ride masih di rumah sakit dan belum diperiksa,” pungkas Masrur.

Penulis : Nur Asri, SH