Dihadapan Presiden, Bupati Wajo Cuek Diminta Berhenti Paparkan Pertanian

“Dari Rapat Koordinasi Presiden Joko Widodo dengan seluruh Bupati se Indonesia”

Ketgam : Bupati Wajo, Drs. H. Andi Burhanuddin Unru, MM (Foto : Red)

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru mengaku enggan berhenti meski telah beberapa kali diperingatkan oleh moderator saat memaparkan potensi pertanian di Kabupaten Wajo dihadapan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Dia mengaku kesempatan itu adalah kesempatan emas baginya untuk mengupas habis kendala yang dihadapi masyarakat petani dalam bercocok tanam dan mengolah lahan.

Menurutnya, pertanian di Wajo tidak kalah potensial dengan beberapa kabupaten yang ada di Indonesia, termasuk dua kabupaten tetangga yang “katanya” adalah penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan. Bahkan, aku Bupati, kalau berbicara tentang luas lahan persawahan, Kabupaten Wajo lebih unggul dari Kabupaten Kerawang

“Dihadapan Presiden, saya beberapa kali diminta berhenti beri paparan oleh moderator, tapi saya cuek dan malah menambah waktu untuk menjelaskan potensi pertanian di Kabupaten Wajo. Ini untuk pengembangan daerah Wajo, dari itu saya sempatkan diri mengungkap potensi berikut kendala yang dihadapi pemerintah dan masyarakat kaitannya dengan kebutuhan prasarana dan sarana pendukung pertanian,” ungkap Bupati saat membuka acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Belawa, Senin, 9/2.

Ditambahkan bahwa pertanian di Wajo telah melebihi target swasembada pangan yang ditetapkan oleh pemerintah, bahkan, kabupaten Wajo adalah penyuplai beras terbesar program Surplus Beras 2,5 Juta ton yang dilaksanakan oleh Pemerintah Propinsi Sulsel. Namun, Dia mengaku heran karena nama kabupaten tetangga kabupaten Wajo yang selalu disebut-sebut sebagai penghasil beras terbesar ditingkat pusat.

“Makanya waktu itu saya blak-blakan, bahkan ditempat itu saya beberkan bahwa kedua kabupaten tetangga yang “katanya” adalah kabupaten penyuplai beras terbesar di Sulsel justru mendapat suplai beras dari Kabupaten Wajo,” terang Bupati.

Tidak itu saja, Burhanuddin kesempatan itu juga menceritakan pengalamannya saat angkat bicara dihadapan Presiden. Dia menjelaskan bahwa untuk meningkatkan produktifitas lahan dan tanaman pertanian, Kabupaten Wajo berharap agar dua program unggulan pemerintah bisa terbangun di Wajo.

Kedua program yang dimaksud adalah big project Pembangunan Bendung Paselloreng yang ditaksir bisa mengairi lahan persawahan hingga 10 ribu hektare dan pembangunan sistem pengairan Pompa Isap Bulu Cefo yang ditaksir memenuhi kebutuhan air 220 ribu hektare luas sawah di Wajo.

“Kedua program itu kami harap bisa terealisasi, faktor pendukung pertanian itu sangat dibutuhkan masyarakat, dari itu saya paparkan maslah itu dihadapan presiden, dengan harapan Kabupaten Wajo bisa mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Saya tidak ragu sampaikan kepada presiden karena ini menyangkut kesejahteraan dan sumber pendapatan masyarakat,” pungkas Bupati. (adv)

Penulis : Nur Asri, SH