Dihantam Banjir, Jembatan Poros Sengkang – Palopo Terancam Putus

Jembatan Bulete rawan ambruk, banjir disertai sampah batang kayu hantam kaki jembatan (Foto : Tim/MC)

Wajo, MC – Jalan trans sulawesi poros Sengkang – Palopo terancam putus, itu setelah jembatan yang terletak di kelurahan Bulete kecamatan Pitumpanua berpotensi ambruk setelah dihantam banjir lumpur yang mendera sejak dini hari tadi, sekitar pukul 05.00 Wita, Senin, 7 Agustus 2017.

Informasi yang dihimpun, bencana itu disebabkan oleh tingginya curah hujan dikawasan desa dengeng-dengeng kabupaten Sidrap, salah satu desa yang terletak diperbatasan kabupaten Sidrap – Wajo.

Selain berpotensi merusak jembatan, banjir lumpur juga merusak dan menggenangi lahan pertanian dan permukiman warga pada beberapa desa dan kelurahan di kecamatan Pitumpanua.

Desa dan kelurahan yang terpapar banjir saat ini, diantaranya;

1. Desa Lompoloang
2. Desa Abbanderang
3. Desa Tanrongi
4. Desa Jauh Pandang
5. Desa Marannu
6. Desa Tangkoro
7. Kelurahan Bulete
8. Kelurahan Tobarakka
9. Kelurahan Siwa

Pantauan MEDIACELEBES dilokasi kejadian, arus kendaraan dari arah Sengkang-Palopo dialihkan menjadi satu arah. Pengalihan itu untuk menghindari terjadinya korban di area jembatan Bulete yang saat ini sudah alami kerusakan pada bagian kaki jembatan.

Camat Pitumpanua, Andi Mamu yang dimintai keterangan mengungkap penanganan yang dilakukan saat ini adalah berupaya mengangkat dan mengalihkan sampah kayu yang terkumpul dikaki jembatan.

“Kalau sampah kayu tidak diangkat dikhawatirkan jembatan akan runtuh”, jelas Mamu.

Penanganan darurat dilakukan oleh pemerintah, aparat TNI dan Kepolisian, Tim TRC, Tagana bersama masyarakat setempat.

Berikut keterangan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo ;

“Pada hari Senin, tanggal 7 Agustus 2017 pukul 06.30 Wita di desa Lompoloang Kec. Pitumpanua Kab. Wajo telah terjadi banjir lumpur.

Banjir lumpur tersebut merupakan banjir kiriman dari daerah Dengeng – Dengeng Kabupaten Sidrap dan meluap di wilayah desa Lompoloang kabupaten Wajo.

Akibat kejadian :
* Kerugian Personel : nihil
* Kerugian Materil : Sawah seluas 300 Ha terendam banjir lumpur yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
* Banjir juga berimbas pada beberapa desa kelurahan d kecamatan pitumpanua termasuk jembatan bulete terancam kiriman sampah dan kayu dari hulu”,

Laporan : Tim/MC