Dinas Pendidikan Wajo Benarkan Pernyataan Dewan

Wajo, MC – Aspirasi aparat pendidikan di Kabupaten Wajo terkait pelaksanaan kurikulum 2013 yang sebelumnya diangkat oleh Hj Husniaty HS Ketua Komisi IV DPRD Wajo dibenarkan oleh Jasman Juanda, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi dalam peralihan kurikulum lama ke kurikulum baru ini memang menjadi kendala bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo.

Namun demikian, dia menilai bahwa hal itu perlu mendapat pemakluman dari para kalangan karena penerapan kurikulum 2013 merupakan hal yang baru dan pasti awal-awalnya akan berhadapan dengan kendala dan tantangan.

“Patut dimaklumi, kurikulum 2013 adalah hal baru bagi aparat pendidikan, dan tentu dalam pelaksanaannya pasti akan menemukan kendala dan tantangan,” ungkap Jasman melalui via ponselnya menanggapi pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Wajo, Sabtu, 18/10, kemarin

Untuk mengantisipasi permasalahan yang ada, jelas Jasman, Dinas pendidikan Wajo melakukan pendampingan pembelajaran kurikulum 2013 di-masing-masing sekolah. Pendamping itu diambil dari guru yang sebelumnya mengikuti diklat tentang kurikulum 2013 ini.

“Pendamping yang diambil itupun adalah mereka yang mempunyai nilai tinggi saat mengikuti diklat kurikulum 2013. Sasarannya, adalah rekan guru mereka sendiri yang dirasa masih kurang memahami tentang penerapan kurikulum ini,” pungkas Jasman.

Selain pendamping yang pernah ikut dan memiliki nilai tinggi dalam diklat kurikulum 2013, Jasman juga menugaskan para kepala sekolah dan pengawas untuk memberikan bimbingan ditingkatan masing-masing.

“Hal itu dilakukan dengan harapan pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan kurikulum 2013 ditiap sekolah tetap berjalan sembari menunggu petunjuk tekhnis dari pemerintah pusat,” terang Jasman.

Seperti diketahui, Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Wajo, Hj Husniaty HS mengungkap bahwa masih banyak guru yang belum memahami kurikulum 2013 berikut dengan kendala-kendala tekhnis seperti belum terdistribusi secara menyeluruhnya buku panduan kurikulum 2013, masih minimnya kompetensi guru untuk menerapkan kurikulum ini dan beberapa kendala lainnya.

Rencananya, Komisi Bidang Pendidikan DPRD Kabupaten Wajo ini akan melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo pada 14 Oktober mendatang.

“Kami akan lakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan untuk mengetahui permasalahan apa yang ditemui sehingga penerapan kurikulum baru ini alami kendala. Rencananya, kendala yang ada ini akan kami tindak lanjuti, baik ketingkat propinsi maupun ketingkat pusat,” terang Husni.

(Penulis : Nur Asri, SH)