Diparangi, Polisi Terpaksa “Dor” Pelaku

Wajo, MC – Berselang sejam lebih setelah kasus pemarangan hingga berujung kematian terhadap salah seorang petani di Kecamatan Keera, Anggota Polres Wajo, Brigadir Sahri Wijaya juga mengalami peristiwa yang sama.

Kanit Serse Polsek Takkalalla ini dianiaya dan mendapat luka sabetan parang pada bagian lengan dan kepala yang dilakukan oleh salah seorang warga yang diketahui bernama H Ride.

Peristiwa itu terjadi di kecamatan Majauleng, sekitar pukul 19.00 Wita, Selasa, 17/2 malam tadi.

Kapolres Wajo dalam keterangan pers-nya mengungkap kejadian berawal setelah Brigadir Sahri Wijaya bersama rekannya, Briptu Muh Rafi BA menuju ke Doping untuk berobat.

Namun ditengah jalan, muncul dari belakang mobil yang digunakan H Ride menyerempet kanan dan langsung memalang depan mobil yang dikendarai oleh Sahri Wijaya.

Spontan waktu itu, keduanya (H Ride dan Sahri Wijaya) turun dari mobil.

H Ride dengan parang ditangannya langsung mengejar Sahri Wijaya sambil berteriak “pencuri”, pengejaran itu dilakukan hingga kemudian menganiaya Sahri Wijaya dilingkungan sekolah SMA Paria.

“Karena melihat temannya dianiaya, Briptu Muh Rafi yang kala itu juga di TKP terpaksa melepas tembakan dan mengenai bahagian paha H Ride. Usai kejadian itu, keduanya kemudian dilarikan kerumah sakit untuk mendapat perawatan medis, ” jelas Masrur. (Hasil klarifikasi pemberitaan yang sama dan telah termuat sebelumnya)

Penulis : Nur Asri, SH