Diperlukan, Informasi Produk yang Dibutuhkan Pasar Luar Negeri

Kudus, MC – Informasi mengenai produk yang dibutuhkan oleh pasar luar negeri, dinilai sangat penting dalam rangka mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air.

Sebab, dengan informasi mengenai produk yang dibutuhkan pasar luar negeri, maka pelaku UMKM bisa memproduksi produk yang memang dibutuhkan. ‘’Masalahnya, tidak pernah ada informasi mengenai ini. Pelaku usaha akhirnya mengandalkan (produk) yang dipunyai, padahal belum tentu cocok dengan kebutuhan pasar,’’ ujar Dr. Mamik Indaryani MS seperti dalam rilis yang diterima MEDIA CELEBES, Senin, 11/5.

Hal itu disampaikannya dalam talkshow bertajuk ‘’Menggali Potensi dan Kendala untuk Bersaing di MEA dari Sudut Pandang Pengusaha” di auditorium kampus Universitas Muria Kudus (UMK), akhir pekan kemarin.

Dia memaparkan, tiadanya informasi mengenai produk apa yang dibutuhkan pasar luar negeri seperti Thailand, China, Jepang, Malaysia, inilah yang selama ini menjadi salah satu persoalan. ‘’Tidak pernah ada informasi mengenai ini,’’ tegasnya sekali lagi.

Kepala Lembaga Penelitian (Lemlit) UMK tersebut, pada kesempatan itu juga memaparkan mengenai permodalan dalam usaha. Menurutnya, uang bukanlah modal utama untuk memulai sebuah usaha.

‘’Modal bukan hanya uang. Apa yang melekat pada diri kita ini, adalah sebuah modal yang sangat luar biasa. Selebihnya yang dibutuhkan adalah modal sosial dan modal budaya,’’ ungkapnya dalam seminar yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi UMK itu.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kudus, Muhtamat SE., yang menjadi salah satu narasumber dalam talkshow itu. memotivasi ratusan peserta yang hadir. ‘’Untuk menjadi pengusaha, harus memiliki empat hal. Yaitu niat, punya semangat, mau belajar banyak hal di lapangan, dan pandai bersyukur,’’ terangnya.

Politikus asal Partai Nasdem itu juga berharap, agar setiap orang memiliki motivasi untuk maju. ‘’Dulu saya juga karyawan. Tetapi saya berpikir bagaimana agar bisa jadi pengusaha. Setelah jadi pengusaha, karyawan-karyawan juga sering saya motivasi agar kelak juga bisa jadi pengusaha,’’ ungkapnya. (*)

Sumber : Humas Universitas Muria Kudus (UMK)