Dirjen Perbenihan Deptan Hadir, Bupati Wajo Keluhkan Ketersediaan Bibit

Wajo, MC – Bupati Wajo A Burhanuddin Unru keluhkan ketersediaan bibit di Kabupaten Wajo. Keluhan itu dipaparkan saat menerima Plt Direktur Jendral Perbenihan Tanaman Pangan Departemen Pertanian RI, di Callaccu Kecamatan Maniangpajo, Selasa 30/9.

Menurutnya, petani saat akan memasuki masa tanam kesulitan memperoleh bibit tanaman dan kondisi seperti itu berulangkali dialami masyarakat saat akan bercocok tanam.

“Padahal setahu saya, bantuan bibit padi rutin disalurkan dari pusat. Namun,saat dibutuhkan untuk bercocok tanam bibit padi menjadi langka. Hal ini sengaja diungkap dengan harapan permasalahan yang dihadapi masyarakat bisa disampaikan kepada pejabat terkait di tingkat pusat,” pungkas Bupati.

Lebih lanjut Burhanuddin memaparkan, kondisi dimana masyarakat kekurangan bibit sebenarnya sudah lama dirasakan dan mendera para petani di Wajo. Namun, pemerintah daerah memilih diam karena menjaga nama baik pemerintah pusat.

“Kadang pemerintah daerah terpaksa bohongi rakyat dan memberikan alasan untuk menjaga nama baik pemerintah pusat. Bahkan seringkali pemerintah daerah mendapat kritikan bilamana petani membutuhkan bibit. Untuk itu, kami berharap hal ini diperhatikan. Ironis memang karena pemerintah daerah dituntut untuk maksimal berkontribusi terhadap pertanian, namun ketika pemerintah daerah membutuhkan sarana dan prasarana, sulit bagi kami untuk memperoleh apa yang diharapkan,” keluh Bupati.

Tidak hanya mengungkap masalah ketersediaan bibit, Bupati dua periode di Wajo ini juga mengutarakan kendala yang dihadapi dalam hal pendistribusian pupuk. Dia menjelaskan, pendistribusian pupuk ini pada dasarnya diatur oleh pemerintah pusat, namun saat akan digunakan, pupuk menjadi langka dan seringkali alami keterlambatan.

“Seandainya bisa dan pemerintah daerah diberi kesempatan untuk berbicara, Saya siap paparkan kendala masyarakat ini, meski dihadapan pemerintah pusat sekalipun. Masalah ini benar dirasakan masyarakat makanya saya berani ungkap, semoga saja pemerintah pusat bisa mencarikan solusi dan turut merasakan kendala yang dihadapi masyarakat ditingkat daerah,” terang Bupati.

(Penulis : Nur Asri, SH)