Drg Fatah : Bersediakah Caleg Bila Terpilih Tinggalkan Usaha-nya?

“Dari Debat Caleg Dapil Wajo I Tempe”

Wajo, MC – Bersediakah Caleg (Calon legislatif) bila terpilih dalam pemilihan umum legislatif (Pemilu) meninggalkan usaha-nya ?.

Bersediakan Caleg, nanti-nya Caleg ini bila terpilihfokus memperhatikan rakyat dan tidak lagi fokus mengurus usaha-nya ?.

Jangan sampai uang rakyat yang dibayarkan untuk gaji dan tunjangan anggota dewan habis percuma hanya untuk besarkan usaha, sementara ada masyarakat miskin dibawah tidak di-perhatikan.

Setidak-nya, demikian pertanyaan yang dilayangkan oleh Drg A Fatahuddin, saat hadir sebagai audiens dalam acara Debat Caleg yang dilaksanakan oleh beberapa LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Warkop 99 Jl A Paggaru Sengkang, Rabu, 2/4.

Lanjut, Fatahuddin mengungkap, gaji masing-masing anggota dewan saat ini sebesar Rp10juta perbulan, dalam setahun sekitar Rp120juta, kalau satu periode (lima tahun, red) total-nya lebih kurang Rp600juta, dikali jumlah anggota Dewan.

“Bukan main jumlah anggaran yang dihabiskan untuk gaji anggota dewan, itu diperoleh dari rakyat. Bayangkan bila aspirasi masyarakat tidak tersalur, maka yang akan terjadi adalah, kasihan masyarakat miskin, kasihan om kita yang kerja-nya sebagai tukang press ban, orang tua kita yang menjual tomat dipasar, pendapatan mereka dikumpul hanya untuk membayar gaji anggota dewan. Sementara, nasib mereka tidak diperhatikan, lebih parah lagi bila anggota dewan fokus besarkan usaha-nya, yang seharus-nya waktu dan pikiran-nya sebagai anggota dewan dicurahkan untuk mengurus rakyat. Ini perlu menjadi perhatian, bersediakah para caleg bila terpilih memperhatikan masyarakat yang menggaji-nya?,” ungkap Fatahuddin saat beri pertanyaan kepada Caleg incumbent dan pendatang baru yang hadir dalam debat tersebut.

Pertanyaan Drg Fatah itu-pun ditanggapi oleh H Murdaya, salah seorang Caleg Dapil I Tempe yang kini berprofesi sebagai pengusaha. Menurut-nya, kedua-nya (anggota dewan + pengusaha) bisa berjalan sepanjang di-menej dengan baik.

“Menjadi anggota dewan sambil menjalankan usaha itu bisa saja jalan bersama, sepanjang manajemen-nya dikelola dengan baik,” tepis Murdaya. (aci)