Dukung Program USAID PRIORITAS, Wajo Habiskan Rp 250 Juta

Ketgam : Kabid Perencanaan Diknas Wajo Muh Nur sedang berikan paparan dukungan Diknas terhadap USAID PRIORITAS

Wajo, MC – Program USAID PRIORITAS telah berjalan dengan baik di Kabupaten Wajo. Sekolah-sekolah, mitra maupun non mitra telah banyak mengadopsi program USAID PRIORITAS, baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, peran serta masyarakat maupun budaya baca.

Bahkan fasilitator daerah yang berasal dari sekolah non mitra, yaitu sekolah yang bukan langsung binaan USAID PRIORITAS, juga telah melakukan replikasi program ke sekolah-sekolah mereka sendiri.

Dengan upaya tersebut, banyak sekolah yang tidak menjadi sasaran langsung USAID PRIORITAS juga menerapkan program-program pendidikan model USAID PRIORITAS.

Selain itu, Pemda Wajo juga telah menghabiskan dana sekitar 251 juta untuk mereplikasi program ke sekolah-sekolah yang tidak menjadi sasaran program.

Kabid Perencanaan Dinas Pendidikan, Muhammad Nur, hasil-hasil pelatihan tersebut harus benar-benar bisa dipertahankan sekolah. Jika tidak dipertahankan, program pendidikan ini akan menjadi proyek sesaat saja tanpa bisa meningkatkan mutu pendidikan secara signifikan.

“Hasil program ini akan bisa dinikmati enam atau tujuh tahun ke depan, kita harus konsisten dalam penerapannya,” ujarnya di hadapan 24 kepala sekolah dan 30 fasilitator daerah USAID PRIORITAS di ruang pertemuan Hotel BBC Wajo dalam rapat pertemuan para fasilitator daerah USAID PRIORITAS Wajo (11-12/2/2015).

Untuk memastikan bahwa program USAID PRIORITAS bisa terjaga kualitas dan keberlanjutannya, maka Dinas Pendidikan akan menyusun program monev bersama dengan stakeholder terkait.

Dana 251 juta yang telah dikeluarkan oleh Pemda Wajo tersebut berasal dari dana BOS, dan telah menyasar bagi guru SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Wajo.

Dalam skema program USAID PRIORITAS, para pendidik yang sudah dilatih terutama yang berasal dari sekolah mitra, tidak dilepaskan begitu saja, tapi juga didampingi di kelas dan di sekolah. Kepala sekolah dan komite akan didampingi dalam manajemen sekolah dan para guru didampingi dalam pembelajaran.

Manajemen sekolah yang terencana dan terstruktur dengan baik akan menunjang efektifitas pembelajaran di kelas. Pendamping juga memastikan bahwa budaya sekolah seperti budaya baca dan bersih lingkungan terimplementasi dengan baik. Budaya tersebut akan menunjang efektifitas pembelajaran.

“Program Pendampingan dilakukan untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah binaan menerapkan program-program manajemen dan budaya sekolah yang benar-benar bisa mendukung efektifivitas pembelajaran. Tanpa dukungan manajemen dan budaya sekolah yang terlembagakan dengan baik, efektifitas pembelajaran menjadi tidak maksimal,” ujar Fadiah Machmud, Whole School Development Specialist USAID PRIORITAS.

Pendampingan akan dilakukan selama tiga bulan. Hasil –hasil pendampingan secara berkala juga akan dievaluasi dengan secara berkala dengan instrument khusus yang dipersiapkan oleh USAID PRIORITAS.

Sumber : USAID PRIORITAS
Editor : Arlin Sujarli